HETANEWS

Bea Cukai Teluk Nibung Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Senilai R2 Milyar

Barang hasil penindakan dan operasi gempur yang akan dimusnahkan. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Teluk Nibung Tanjungbalai, melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari barang hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, periode Agustus 2018 -  Juli 2019.

Diantaranya rokok, minuman keras, pakaian bekas, barang elektronik, kosmetik dan obat- obatan ilegal, dengan nilai total ditaksir Rp 2 Milyar lebih.

Pemusnahan barang bukti ini, dihadiri Kepala Kantor Bea dan Cukai Sumatera Utara, Oga Olavia, para Kepala Kantor BC di wilayah 1 se-Sumatera Utara, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, perwakilan Kodim 0208 Asahan, perwakilan TNI-AL Tanjungbalai Asahan, instansi vertikal lainnya, stakeholder dan tokoh masyarakat, Rabu (16/10/2019).

Dari penindakan  operasi Gempur, berhasil mengamankan hasil tembakau berupa rokok  (760.904 batang), tembakau iris (3 bungkus), liquid vape ( 6 botol) dan minuman keras 398 botol.

Barang ilegal itu, dijual  tidak dilengkapi pita cukai atau tidak dilekati pita cukai dan atau pita cukai salah peruntukan.

Selain itu dari pelayanan dan pengawasan melalui Terminal Ferry dan kapan ekspor, petugas berhasil mengamankan sparepart atau aksesoris mobil motor bekas,  pakaian bekas , alas kaki, sandal sepatu , HP dan laptop, kosmetik dan obat-obatan.

Barang-barang tersebut, termasuk barang larangan atau pembatasan dan saat pemasukannya tidak disertai izin dari instansi terkait.

Rokok dimusnahkan dengan cara dibakar. (foto/ferry)

Nilai barang tersebut di atas ditaksir sekitar Rp 1.855.760.400. dan potensi penerimaan negara akibat tidak terpungutnya  cukai bea masuk dan PDRI yaitu sebesar Rp 624.486.841.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Sumut, Oga Olavia mengatakan, pencegahan yang dilakukan dalam rangka fungsi Bea Cukai sebagai komoditi protector dan upaya yang dilakukan dengan ‘Operasi Gempur’.

Barang yang dimusnahkan ini, merupakan hasil penindakan dari 97 kasus dan kalau bicara soal, apakah ada yang dijadikan tersangka, ini bicara barang yang menjadi milik negara, sebut Kakanwil Bea Cukai Sumut.

Khusus barang yang menjadi milik Negara, dipastikan ini tidak termasuk ke ranah penyidikan. Ini adalah ranahnya barang - barang yang diproses dalam penindakan oleh Bea Cukai dan kemudian menjadi barang yang dikuasai oleh negara dan menjadi barang milik Negara, ujarnya.

Sementara itu, I Wayan Sapta Dharma, selaku Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Teluk Nibung  mengatakan,  latar belakang dari ‘Operasi Gempur’ ini adalah demi tercapainya target DJBC  dengan menekan peredaran rokok ilegal yang sebanyak 7% menjadi 3% di akhir tahun 2019. 

Dan dengan itu, pemerintah mampu memaksimalkan penerimaan melalui cukai dengan lebih baik, katanya.

Upaya lain dalam menekan peredaran rokok ilegal, dengan melakukan sosialisasi terkait cukai ke masyarakat, agar masyarakat dapat mengenal ciri-ciri rokok ilegal dan tidak menjual atau membeli rokok ilegal.

Beredarnya Barang Kena Cukai (BKC) hasil tembakau dan minuman secara ilegal yang tidak memiliki izin, di samping berpotensi tidak terpenuhinya penerimaan negara dari sektor cukai, juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat, antara lain dapat mengganggu kesehatan, ketertiban dan ketentraman masyarakat, serta mengganggu industri - industri rokok dan miras yang legal di dalam negeri, katanya.

Bea dan Cukai Teluk Nibung, kata I Wayan Sapta Dharma, terus berkomitmen untuk melakukan penertiban terhadap importasi ilegal atau barang bekas dan peredaran BKC ilegal, serta terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat.

Keberhasilan penindakan ini sudah tentu terwujud dari sinergitas yang telah berjalan baik selama ini dari aparat penegak hukum lainnya, yakni TNI, Kepolisian, Kejaksaan dan pengadilan, ucapnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.