HETANEWS

Jaksa Tuntut Dua Penjual Sabu Masing-masing 9 Tahun Bui, Yuk Cek Barang Barang Buktinya!

Dua terdakwa duduk di kursi pesakitan mendengar tuntutan 9 tahun dari jaksa. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com -  Jaksa Dedi Chandra Sihombing SH, menuntut Supiandi Sinaga alias  Piandi (47), warga Huta Setia Tawar Barat, Nagori Maligas Bayu, Kecamatan Hutabayu Raja dan Edi Ono (47), warga Perumnas Kerasaan, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Bandar, masing - masing 9 tahun denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (16/10/2019).            

Menurut jaksa, kedua terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika. Didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum, keduanya memohon kepada majelis hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak mengulangi lagi

Majelis hakim, diketuai Roziyanti SH dan didampingi hakim anggota, Justiar SH dan Aries Ginting SH,  dibantu panitera, Dedy Tambunan SH, menyatakan akan mempertimbangkannya dalam putusan.

"Kita akan pertimbangkan dalam putusan dan sidang ditunda seminggu,"kata Rozy.             

Kedua terdakwa, ditangkap pada Jumat, 3 Mei 2019 lalu, pukul 13.00 WIB, di rumah Supiandi, dengan barang bukti 11 paket sabu, alat hisap dan HP, serta uang senilai Rp150 ribu hasil penjualan sabu.

Sehari sebelumnya, terdakwa Edi membeli sabu dari Iwan (DPO), di Simpang Gambus, Kabupaten Batu Bara seharga Rp 800 ribu.             

Lalu terdakwa Edi membagi sabu menjadi 13 paket di rumah Supiandi.  Sabu sudah dijual kepada Andi dan temannya seharga Rp.100 ribu/paket. Sisanya 11 paket, disimpan di bawah meja dalam kotak rokok Magnum blue.

Barang bukti tersebut, dinyatakan dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan uang dinyatakan dirampas untuk negara. 1 paket sabu dari Supandi  seharga Rp 100 ribu. Saat digerebek petugas, terdakwa Supiandi mencoba kabur dari pintu belakang dan berhasil ditangkap. Sedangkan terdakwa Edi, sembunyi di dalam kamar tengah.  

Penulis: ay. Editor: gun.