HETANEWS

Residivis Sabu Diadili dengan Kasus Berbeda

Terdakwa ketika mendengarkan keterangan saksi. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Residivis narkotika jenis sabu, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, dalam kasus  berbeda, yakni penggelapan.

Terdakwa yang diketahui bernama Indra Aditya (41), warga Jalan Rangkuta Semibiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba ini, disidangkan dengan agenda keterangan saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Sinaga, tampak mengahadirkan saksi korban, Ahmad Suroso.

Dari keterangannya, pada tanggal 29 Januari 2018, lalu, terdakwa Indra, disuruh Ibnu Sampurno untuk menemui dirinya agar merental mobil miliknya, dan setelah jumpa, dia menanyakan keberadaan Ibnu.

"Pada saat dia (terdakwa,red) menemui saya, dengan mengatakan kalau terdakwa mau merental mobil. Kemudian saya tanya sama terdakwa, mana si Ibnu, kemudian saya menyuruh terdakwa menelfon Ibnu," ungkap Suroso, Selasa (15/10/2019).

Selanjutnya, Ibnu menelfon saksi korban, dan mengatakan,  kalau Indra yang akan merental mobil miliknya, untuk melihat orang tuanya di kota Medan yang sedang sakit.

"Terus saya bilang sama Ibnu, kalau mobil saya belum pulang, nanti kalau sudah pulang ku kabari. Kemudian besok siangnya, terdakwa datang ke bengkel saya yang berada di jalan Ade Irma, dan kebetulan mobil saya disitu juga belum datang," ujarnya.

Kemudian, pada tanggal 31 Januari, terdakwa kembali menelfon saksi korban, dengan menanyakan, apakah mobil yang dia minta sudah ada, ternyata mobil tersebut juga belum juga datang.

"Setelah dia (terdakwa) menelfon saya, tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB, mobil yang dia minta itu sudah ada, jadi saya hubungi dia untuk memberitahukan kalau mobil sudah ada. Terdakwa pada saat itu langsung mengambil mobil Xenia BK 1435 WB ke rumah saya," ujarnya memberikan keterangan.

Terdakwa mengatakan kepada saya akan memakai mobil tersebut hanya dua hari, yaitu tanggal 1 Februari hingga tanggal 2, saya juga mengatakan kepada Ibnu kalau mobil tersebut sudah diambil oleh terdakwa dari rumah saya, ujarnya.

Namun, pada tanggal 3 Februari, mobil tersebut belum juga dikembalikan terdakwa, sehingga saksi korban menayakan kepada Ibnu, kenapa mobil miliknya juga belum kembali.

"Saya juga sempat menelfon terdakwa, tapi Hp terdakwa tidak bisa dihubungi, makanya saya suruh Ibnu untuk menelfon terdakwa dan telfon si Ibnu diangkat. Tapi saat ditelfon, terdakwa mengatakan kepada Ibnu kalau terdakwa akan memperpanjang rental mobil saya selama 10 hari,"pungkasnya.

Lanjutnya, pada tanggal 10 Februari dia menghubungi Ibnu untuk menanyakan, kenapa uang sewa mobil persepuluh hari belum diantar? Lalu Ibnu mengatakan kalau uang sewa mobil tersebut belum ada dikirim dari Indra.

Kemudian, pada tanggal 12 Februari, Ibnu Sampurno menghubungi saksi korban agar bertemu untuk memberikan uang yang telah dikirim terdakwa sebesar Rp 2 juta.

"Tapi setelah dibayar Rp 2 juta oleh terdakwa melalui Ibnu, pada tanggal 16 Februari, mobil tidak juga kembali ke saya, jadi saya membuat laporan ke Polres Siantar," akhirnya.

Usai mendengar keterangan saksi, sidang pun ditutup majelis hakim, yang diketuai Fyhtta Sipayung, dibantu dua hakim anggota, M Nuzuli dan Rahmad.

Penulis: res. Editor: gun.