HETANEWS

Beli Sabu di Tanjungbalai, 3 Warga Ujung Padang Dihadapkan ke ‘Meja Hijau’

Tiga terdakwa meninggalkan ruang sidang usai pembacaan dakwaan jaksa. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Tiga warga Ujung Padang, Sunardi als Sunar (49), Eka Syahputra (22) dan Mahyuddin Khoir als Yudi (33), disidangkan terpisah, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (15/10/2019), atas kasus sabu.

Ketiganya, ditangkap terpisah oleh Satres Narkoba Polres Simalungun, pada Rabu, 15 Mei 2019, lalu.

Petugas yang telah mendapatkan informasi, lebih dulu menangkap Sunar, di rumahnya. Barang bukti yang disita darinya, berupa sepaket sabu, mancis, kaca pirex yang sudah dibakar berisi sisa sabu dan HP yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk bertransaksi.

Sunar mengaku membeli sabu dari terdakwa Yudi, yang berhasil ditangkap dari depan bengkelnya.

Yudi membenarkan telah membeli sabu dari Edy (DPO), warga Tanjungbalai. Sabu sebanyak 5 gram seharga Rp.3.750.000.- adalah pesanan Sunar dan terdakwa Eka Syahputra yang menemaninya belanja sabu.

Dari terdakwa Yudi, disita bukti penarikan dari ATM sebesar Rp.3.750.000, bong, kaca pirex yang sudah dibakar dengan sisa sabu. Sedangkan terdakwa Eka, juga ditangkap dari depan bengkelnya, di kampungnya, Huta IV Nagori Rapuan, Kecamatan Ujung Padang.

Yudi dan Eka mendapatkan upah Rp.250 ribu dari Sunar karena sudah membawa pesanannya dari Tanjungbalai. Selain itu, keduanya juga mendapatkan sepaket sabu seharga Rp.300 ribu dari Sunar.

Sabu sebanyak 5 gram yang diterima Sunar dibagi menjadi 7 paket untuk dijual kembali. Sudah habis 6 paket, sedangkan 1 paket sisanya yang diamankan polisi bermaksud akan digunakan terdakwa.

Jaksa Herman Ronald Mauritz Panjaitan SH, menjerat para terdakwa dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Majelis hakim menetapkan pengacara prodeo dari Posbakum, Harfin Siagian SH untuk mendampingi para terdakwa selama proses persidangan. Karena ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim, Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH menunda persidangan hingga Minggu depan. "Untuk pembuktian, sidang ditunda seminggu,"kata hakim.

Penulis: ay. Editor: gun.