HETANEWS

Kuli Bangunan Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa Juna saat membaca surat tuntutan disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Vadil Ilmi Yudhi Taklim (25), dituntut 7 tahun denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara oleh jaksa, Juna Karo-Karo SH, di PN Simalungun, Selasa (15/10/2019). Kuli bangunan ini, dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika.

Didampingi pengacara, Harfin Siagian SH dari Posbakum, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. "Saya mohon hukuman saya diringankan yang mulia, saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,"kata Vadil,siang itu.

Terdakwa ditangkap petugas Jafet M Panjaitan, Abdul Muis Nasution dan O Sianturi, usai membeli ganja dari Zulkifli (DPO). Petugas menangkap terdakwa, pada Senin, 13 Mei 2019 lalu, di jalan umum Siantar-Saribu Dolok, dengan barang bukti 3 bungkus ganja didalam kotak rokok Surya.

Warga Marjandi Embong, Kecamatan Panombean Panei ini, memesan ganja seharga Rp.20 ribu dengan transaksi di Pondok Sepuluh. Usai menerima ganja dari Zulkifli, terdakwa berjalan kaki meninggalkan lokasi dan ditangkap.

Barang bukti ganja seberat 3,48 gram (bruto) dan ponsel Nokia hitam sebagai alat komunikasi untuk transaksi narkotika dinyatakan untuk dimusnahkan.

Majelis hakim, pimpinan Novarina Manurung SH, menunda persidangan hingga sepekan untuk pembacaan vonis.

Penulis: ay. Editor: gun.