HETANEWS

Hadapi Turki, Kurdi Capai Kesepakatan dengan Suriah

Pasukan Kurdi mengheningkan cipta di kota Derik, Suriah, 13 Oktober 2019, untuk salah satu tokoh politik yang tewas dalam invasi Turki. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)

Damaskus, hetanews.com - Kelompok Kurdi telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Suriah untuk menghadapi invasi pasukan Turki. Perjanjian ini mengatur mengenai pengiriman pasukan Suriah ke wilayah yang berbatasan dengan Turki.

 
Pengumuman disampaikan Kurdi saat Amerika Serikat memerintahkan penarikan hampir semua pasukan daratnya dari Suriah.
 
Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan langkah penarikan 1.000 personel militer dilakukan usai Washington mengetahui bahwa Turki meningkatkan operasi militernya, jauh ke dalam wilayah Suriah.

Invasi Turki ke Suriah utara, yang melibatkan serangan udara dan artileri, telah menewaskan sejumlah milisi Kurdi dan warga sipil sejak pertama kali diluncurkan pada Rabu 9 Oktober.

 
Kurdi merasa seperti dikhianati AS, yang pernah bersama-sama menyatukan kekuatan untuk melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.

 
Mereka mengaku harus meminta pertolongan pemerintah Suriah karena telah ditinggalkan AS.
 
"Untuk mencegah dan menghadapi agresi (Turki) ini, sebuah perjanjian telah dicapai dengan Pemerintah Suriah," ujar pernyataan otoritas Kurdi, dikutip dari AFP, Minggu 13 Oktober 2019.

 
"Nantinya Pemerintah Suriah akan mengirim pasukannya ke wilayah perbatasan untuk membantu Pasukan Demokratik Suriah (SDF)," lanjutnya.

 
Kantor berita SANA juga telah melaporkan bahwa pasukan Suriah telah dikirim ke wilayah utara untuk "menghadapi agresi Turki."
 
Dalam sebuah editorial di majalah Foreign Policy, Kepala SDF Mazlum Abdi menulis: "Jika kami harus memilih antara kompromi dan genosida, maka tentu kan akan memilih menyelamatkan warga kami semua."

 
Otoritas Kurdi dan sejumlah negara telah memperingatkan Turki bahwa invasi ke Suriah dapat memicu krisis kemanusiaan. Invasi juga dikhawatirkan dapat membuat ratusan hingga ribuan tahanan ISIS bebas dari sejumlah penjara di Suriah.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.