HETANEWS

Siswa SMP Terjaring Razia, Usaha Warnet Terancam Dicopot

Pelajar diamankan saat razian di Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar, Senin (14/10/2019).

Siantar, hetanews.com - SatPol PP Pematangsiantar menggelar razia pelajar. Terjaring 6 orang siswa SMP dan 11 orang siswa SMA sederajat dari dua Warnet di lokasi yang berbeda. Pengusaha warnet juga diminta buat pernyataan, Senin (14/10/2019).

Dua lokasi tempat terjaringnya pelajar adalah Warnet Bali dan Warnet King Queen. Seluruh pelajar yang terjaring diakibatkan bolos sekolah. Tidak hanya siswa SMA/sederajat, pelajar SMP berseragam ikut terjaring.

Fenomena pelajar bolos sekolah ini tak berkesudahan. Beberapa waktu lalu kejadian serupa juga terjadi, meski razia seperti ini tetap dilakukan. Untuk itu SatPol PP ikut memanggil pihak pengusaha warnet.

"Buat surat pernyataan kepada pihak warnet agar tidak memasukkan pelajar lagi saat jam pelajaran. Kalau masih menampung kita akan serahkan ke dinas perizinan agar mencopot surat izinnya [warnet]," ucap Kabid Tribumtranmas, SatPol Raja Nababan.

Ke-17 pelajar diboyong ke mobil Patroli. Mereka pun dibawa ke markas SatPol untuk diberikan pembinaan. Pihak sekolah dan orang tua siswa juga dipanggil untuk menyerahkan para pelajar.

"Para pelajar itu kita bina dan kita panggil pihak sekolah dan juga orang tua untuk menjemput mereka. Kita juga minta kepada pihak guru agar diberikan pembinaan kepada anak-anak didik agar tidak terulang lagi," ujarnya.

Menurunnya minat belajar siswa di Kota Pematangsiantar terlihat dari banyaknya pelajar yang bolos dan memilih Warnet dibanding sekolah. Belum diketahui apa penyebab maraknya pelajar memilih bolos sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar maupun pihak sekolah sejauh ini belum memberikan penjelasan, apa yang menjadi penyebab maraknya pelajar di Kota Pematangsiantar bolos sekolah.

Baca juga: SatPol PP Gelar Razia, Insiden Tak Terduga Terjadi

Penulis: gee. Editor: edo.