HETANEWS

Dituntut 2,6 Tahun Penjara, Gadis Penipu Minta Hukuman Diperingan

Wahyuni digiring petugas meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Sri Wahyuni (21), warga Sumber Sari, Nagori Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, dituntut 2,6 tahun penjara. Jaksa dalam persidangan, Senin (14/10/2019), di PN Simalungun menyatakan, terdakwa terbukti melakukan penipuan, melanggar pasal 378 KUH Pidana.

Menurut Jaksa, Doniel Ferdinan SH, perbuatan itu dilakukan terdakwa, pada Senin 20 Mei 2019 lalu, di rumah saksi korban, Liska Oestami, di kompleks RS  Laras  Nagori Naga Jawa I, Kecamatan Bandar Huluan. Dengan cara membujuk saksi korbannya, terdakwa mengaku meminjam uang untuk dipinjamkan lagi pada orang lain dengan jaminan BPKB.

Terdakwa hanya memberikan nomor HP pemilik BPKB yang ternyata fiktif. Uang yang diberikan korban, berjumlah Rp.41 juta secara bertahap, faktanya digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.          

Korban memberikan uang secara bertahap, pertama Rp.6 juta yang akan dikembalikan Rp.9 juta. Lalu Rp.20 juta yang akan dikembalikan Rp.30 juta dan Rp.15 juta yang dijanjikan akan dikembalikan Rp.22, 5 juta. Setiap penerimaan uang dibuatkan bukti kwitansi yang ditandatangani terdakwa dan korban, disaksikan suami korban.          

Namun hingga saat ini, terdakwa yang berstatus masih gadis ini  tidak mengembalikan uang korban. Menanggapi tuntutan jaksa, gadis penipu ini mohon kepada hakim agar hukumannya diringankan karena menyesal.

Untuk putusan, ketua majelis hakim, Novarina Manurung SH, menunda persidangan hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.