HETANEWS

Belajar dari Google, Petani Asal Bogor Nekat Tanam Ganja di Pekarangan Rumah

Petani Asal Bogor Ditangkap Polisi Kerena Tanam Ganja di Rumah. ©2019

Bogor, hetanews.com - Belajar dari Google, petani asal Bogor berinisial PJ (27), menanam ganja di pekarangan rumahnya. Bahkan ganja yang ditanamnya sudah panen dan sempat diedarkan.

PJ diamankan polisi di rumahnya, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (9/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa daun ganja digelar di atas karung dan tiga buah pot berisi sisa pohon ganja.

Kapolresta Bogor Kota, Komisaris Besar Hendri Fiuser menjelaskan, pelaku tinggal di sebuah perkampungan dengan kondisi lingkungan jauh dari tetangga. PJ menanam ganja di halaman belakang rumahnya.

"Dia menanam di rumahnya. Hasilnya dia jual ke teman-temannya. Hasil penangkapan, ditemukan tiga poli bag tanaman ganja yang sudah distek dan tumbuh lagi setelah dipanen. Ngakunya pelaku profesinya petani," kata Hendri dalam keterangan persnya, Senin (14/10).

Berdasarkan pengakuan pelaku, dia baru tiga bulan menanam ganja dan baru sekali panen. Hasil panen dikeringkan dan dikemas sendiri lalu dijual dengan harga mulai Rp 50 ribu per paket kecil sesuai pesanan.

"Ganja memang bisa dipanen saat usia tiga bulan. Tapi masih diragukan pengakuan pelaku yang baru tiga bulan menanam. Masih didalami, mungkin bisa 6 bulan. Karena butuh proses. Secara ekonomi mungkin lebih menguntungkan, nanam sendiri lalu dijual," kata Hendri.

Sementara Kasar Narkoba Polresta Bogor Kota, Komisaris Indra Sani menjelaskan, benih ganja didapatkan pelaku yang saat ini masih diburu polisi.

"Dia dapat benih dari temannya, kemudian dia coba tanam di pekarangan dan tumbuh. Dia petik lalu dijual. Kita sedang kejar temannya," kata dia.

Sementara PJ sendiri mengaku belajar menanam ganja dari Google. Ia pun merawat tanamannya dengan pupuk bekas sampah organik.

"Pakai pupuk bekas sampah organik. Baru ini aja panen, bijinya (benih) nemu. Belajar di Google, kadang-kadang pakai sendiri dan jual juga," katanya.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.