HETANEWS

Polisi Gerebek Diduga Markas KNPB Samping Gedung SMP Mimika

Aparat menyita ratusan anak panah, busur panah, kapak, senapan angin dan atribut KNPB di Mimika, Papua

 Jakarta, hetanews.com - Kepolisian menyita ratusan anak panah, busur, kampak, parang, dan senjata tajam lainnya serta atribut Komite Nasional Pembebasan (KNPB) Irian Barat dari sebuah bangunan di samping SMP Negeri 4, Mimika, Papua. Bangunan itu diduga dijadikan tempat berkumpul para simpatisan KNPB.

Wakapolres Mimika Komisaris Polisi I Nyoman Punia mengatakan pihaknya mendatangi bangunan yang dimaksud berkat laporan masyarakat setempat.

"Saat kami merazia ke sana, kami menemukan busur dan anak panah, alat-alat tajam maupun atribut-atribut bercorak bintang kejora," kata Nyoman di Timika, Papua, melansir Antara, Senin (14/10).

Benda-benda yang disita polisi antara lain 115 anak panah, 22 busur panah, satu kapak, dua parang dan dua senapan angin.

Turut disita dua buah topi berlogo bintang berwarna merah, sejumlah baju dan celana loreng anggota pengamanan KNPB. Ditambah sebuah papan bergambar bintang kejora.

Nyoman mengatakan pihaknya juga mengamankan tiga orang warga saat mendatangi bangunan dengan luas sekitar 8x8 meter persegi tersebut. Mereka diduga simpatisan KNPB dan akan menjalani pemeriksaan.

Nyoman belum mau memastikan apakah bangunan tersebut salah satu markas yang digunakan anggota serta simpatisan KNPB atau bukan. Meski begitu, merujuk dari laporan warga setempat, bangunan itu sering dijadikan tempat berkumpul.

"Kami masih mendalami apakah bangunan itu markas KNPB atau tidak. Yang jelas berdasarkan laporan dari masyarakat, di lokasi itu sering orang berkumpul," katanya.

"Saat kami masuk ke sana, penghuninya sudah kabur semua. Sebelum masuk ke tempat itu, terdapat dua pos pantau atau pos intai di bagian depan. Pos-pos itu sudah kami robohkan,"lanjutnya.

Kerusuhan sempat terjadi di Mimika, Papua pada akhir Agustus lalu. Kepolisian lalu menetapkan 34 orang sebagai tersangka, 13 di antaranya anggota KNPB.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlinato mengatakan 13 anggota KNPB itu sempat memblokade jalan, merampas ban, hingga percobaan pembakaran bangunan sebelum unjuk rasa dilakukan.

Sumber: CNNindonesia.com 

Editor: suci.