HETANEWS

Positif Temukan Alkohol di Cairan Lambung Golfried Siregar, Polisi: Kadar Belum Diketahui

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Andi Rian saat menggelar konfrensi pers terkait kematian Aktivis Walhi Golfried S

Medan, hetanews.com - Polisi menyatakan korban Golfried Siregar mengkonsumsi minuman beralkohol sesaat sebelum mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di seputaran Underpass Titi Kuning, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Meski kadarnya masih belum diketahui pasti, tidak ditemukan racun atau narkoba dalam tubuh aktivis Walhi ini.

Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol Andi Rian mengatakan saat tiba di RSU Mitra Sejati, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, perawat yang memberikan pertolongan pertama mencium bau alkohol dari korban. Keterangan ini ditindaklanjuti dengan penyelidikan terkait alkohol yang terkandung dalam tubuh Golfried.

"Polisi menyelidiki terkait bau alkohol dengan uji laboratorium," katanya di Polda Sumut, Jumat (11/10/2019).

Andi menambahkan, dua saksi yang diperiksa polisi juga mengatakan korban minum alkohol bersama mereka di Jalan Bajak 1, Medan, Sumut sebelum kecelakaan terjadi. Mereka minum bersama dari pukul 22.30 WIB hingga 23.00 WIB.

Keterangan saksi kemudian divalidasi petugas setelah melakukan uji laboratorium terhadap cairan dalam lambung korban. Namun terkait kadar dan kuantitasnya, polisi masih menunggu hasil uji forensik.

“Namun yang pasti ditemukan alkohol di lambung dan tidak ada racun dan narkoba," kata Andi.

Sementara, Kepala Laboratorium Forensik cabang Medan, Kombes Pol Wahyu mengungkapkan pihaknya menemukan cairan lambung korban positif alkohol. Namun dengan demikian, tidak ditemukan cairan racun yang lain ataupun narkoba.

Pengambilan sampel cairan lambung dilakukan enam hari setelah kejadian. Berdasarkan analisa tim labfor, korban diduga mengkonsumsi alkohol cukup banyak.

"Alkohol memiliki sifat mudah menguap hingga hari ke dua atau ketiga harusnya sudah hilang. Namun dalam hal ini sudah enam hari juga masih terdeteksi," katanya.

Sebelumnya, aktivis sekaligus kuasa hukum Walhi Sumut, Golfrid Siregar mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Minggu (6/10/2019). Almarhum sempat dikabarkan hilang sejak Rabu (2/10/2019).

Dia ditemukan seorang penarik becak yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Saksi selanjutnya membawa korban ke RS Mitra Sejati dan diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik karena tidak memiliki identitas. Barang berharga berupa handphone dan laptop milik korban juga lenyap.

Meski sudah mendapat penanganan intensif, nyawa korban tidak dapat tertolong. Saat ini polisi juga sudah membentuk satu tim khusus untuk mengusut kematian korban.

Sumber: inews.id

Editor: suci.