HETANEWS

Pasar Keuangan Dunia Menanti Negosiasi AS-Tiongkok

Pasar keuangan dunia menanti negosiasi AS-Tiongkok. FOTO: AFP.

Jakarta, hetanews.com - Awal pekan minggu kedua Oktober, pasar keuangan sempat berharap penurunan suku bunga the Fed, menyusul jeleknya data-data perekonomian Amerika Serikat (AS). Pasar juga menanti pertemuan AS dan Tiongkok di akhir pekan.

Pasar dunia pada perdagangan Senin sempat jatuh, menyusul Beijing yang dikabarkan enggan menyetujui kesepakatan dagang dengan Presiden AS Donald Trump. Hal ini memupus kekawatiran akan ada solusi damai yang cepat dari kedua negara.

Pasar dunia pada perdagangan Senin sempat jatuh, menyusul Beijing yang dikabarkan enggan menyetujui kesepakatan dagang dengan Presiden AS Donald Trump. Hal ini memupus kekawatiran akan ada solusi damai yang cepat dari kedua negara.

Laporan Bloomberg menyatakan Trump mendiskusikan pembatasan aliran modal ke perusahaan Tiongkok, terutama yang berasal dari dana pensiun.

 
Kondisi ini menimbulkan reaksi, media pemerintah Tiongkok dan Tencent menangguhkan siaran pertandingan pramusim NBA di negara itu, sementara situs belanja Alibaba menghapus merchandise Houston Rockets dalam daftar perdagangan di Tiongkok.

 
Di samping itu, prospek kesepakatan Brexit yang tampak suram juga memberikan tekanan pada pasar keuangan dunia.
 
Kamis, pasar kembali diwarnai sentimen positif terkait kesepakatan perang dagang AS-Tiongkok. Tiongkok pun terbuka untuk resolusi tarif terbatas dengan AS. Selain itu Tiongkok juga telah menawarkan untuk meningkatkan pembelian produk pertanian sebesar 50 persen dari petani AS.

 
Jumat, pasar diwarnai sentimen positif terhadap harapan lahirnya kesepakatan damai perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hal ini menyusul tweet Presiden Trump yang menyatakan akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He.

 
Pejabat senior AS mengatakan bahwa Liu dijadwalkan meninggalkan AS Jumat malam, dan akan makan malam pada Kamis di Washington. Liu menyatakan Tiongkok datang untuk bernegosiasi dengan tulus dan niat baik untuk bekerja sama dengan AS.

 
AS pun dikabarkan mempertimbangkan untuk menunda rencana kenaikan tarif impor pekan depan dengan imbalan pakta mata uang. AS juga akan memberikan lisensi kepada sejumlah perusahaaan AS untuk menjual komponen non-sensitif ke Huawei.

 
"Pekan depan pasar masih akan diwarnai oleh berita perang dagang. Pasar keuangan dunia masih tetap perlu berhati-hati akibat seringnya terjadi kegagalan negosiasi dagang kedua Negara," ujar Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee, Jumat, 11 Oktober 2019.

 
Biarpun optimisme cukup tinggi di akhir pekan ini, tetapi perbedaan kedua Negara masih sangat banyak dan besar. Presiden Trump diyakini akan berupaya mencari solusi damai untuk menghindarkan AS dari resesi ekonomi, apalagi Negeri Paman Sam menjelang pemilu.

 
Pasar juga akan diwarnai harapan penurunan suku bunga oleh The Fed. Harapannya, kondisi pasar naik dari 53 persen menjadi 85 persen di bulan ini. Rilis angka inflasi konsumen AS September yang tidak banyak berubah juga memberikan harapan terjadi pemotongan suku bunga.

 
Presiden Trump juga memberikan tekanan pada pejabat Fed untuk menurunkan suku bunga. Hal ini diharapkan mampu mendorong perekonomian AS dan menaikan popularitas pemerintah.

 
"Minggu depan event laporan keuangan akan memengaruhui pasar. Laba korporasi mungkin mengalami perlambatan akibat kondisi ekonomi yang menurun," tukas Hans Kwee.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.