HETANEWS

Lereng Gunung Lawu dan Bancak Terbakar

Ilustrasi kebakaran hutan.

Jakarta, hetanews.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda lereng Gunung Lawu bagian utara. Tepatnya di Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.

Kapolsek Ngrambe, AKP Budianto mengatakan lahan yang terbakar adalah lahan milik perhutani. Dia menyebutkan, lahan yang terbakar seluas 0,75 hektar. Lahan tersebut digunakan untuk menanam pohon pinus dan pohon kopi.

"Memang lahan produktif milik perhutani bagian Lawu Utara," katanya, Sabtu (12/10).

Dia mengungkapkan, api pertama kali muncul diketahui oleh polisi hutan yang bernama Maulana. Budianto mengaku, saksi melihat asap mengepul dari lahan hutan pinus.

"Baru melaporkan ke Polsek Ngrambe. Setelah kami datangi, tidak hanya lahan pinus saja. Namun juga lahan yang ditanami kopi ikut terbakar," urainya.

Beruntung, kata dia, lahan yang terbakar cepat ketahuan. Pasalnya, posisi lahan yang terbakar dekat dengan areal padat penduduk.

Budianto menyebutkan, saat ini api sudah padam. Namun total lahan yang terbakar kurang lebih 0,75 hektar dengan besar kerugian sebesar Rp 100 juta.

Dugaan sementara, asal api dari gesekan ranting pohon kering. "Kemudian angin menyebar apinya. Karena gesekan itu menimbulkan api. Maklum saja panas banget," tambahnya.

Sementara, api kembali muncul di anakan Gunung Lawu atau biasa dikenal dengan Gunung Bancak. Api muncul di lokasi yang sama seperti saat Kamis (10/10) lalu.

"Lokasinya sama dengan yang kemarin. Namun saat ini meluas ke arah Kecamatan Lembeyan. Api masih membesar sampai saat ini," jelas Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Ferry Yoga Saputra.

Dia menyebutkan, lagi-lagi api muncul karena diduga sengaja dibakar yang kemudian ditinggal oleh pemilik lahan. Budian mengaku, sudah tidak bisa mentolerir kebakaran hutan yang disengaja. Dia mengatakan akan mengambil langkah mendata semua pemilik lahan.

"Akan kami data semua. Nanti lahannya siapa yang terbakar dan terlihat ada unsur kesengajaan akan kami panggil," tegas Ferry.

Dia menyebutkan cukup kesusahan memadamkan api. Karena titik api berada di puncak atau sekitar 16 km dari bawah.

"Untuk luas total yang terbakar di Kecamatan Lembeyan ada sekitar 15 hektar. Sampai saat ini belum padam," tegasnya.

Sementara, yang berada di Desa Garin ada sekitar 37 hektar lahan yang terbakar. "Semua petugas kami kerahkan untuk memadamkan api," katanya

Namun dengan cara manual. Karena posisi api tidak bisa dijangkau dengan PMK. "Kami juga membuat ilaran agar tidak menyebar. Semoga teratasi. Mohon doanya," pungkasnya.

Sumber: merdeka.com

Editor: suci.