HETANEWS

Begini Kisah Pemuda Asal Taput yang Kelaparan di Siantar hingga Nekat Curi Kotak Amal Mushollah

Louis Fernando Pardede (20), pencuri kotak infaq saat diamankan di Polsek Siantar Utara, Jumat (11/10/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Seorang pemuda bernama lengkap, Louis Fernando Pardede (20), nyaris saja kehilangan nyawa, akibat diamuk massa, lantaran kedapatan mencuri kotak amal milik Musholah As-Sabaruah, Jalan Sriwijaya, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (11/10/2019).

Beruntung, nyawa pemuda lajang asal Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) ini terselamatkan, setelah personel Polsek Siantar Utara, datang mengamankannya.

Akibat dibogem massa, wajah Louis alami luka bengap hingga bibir jontor dan mengeluarkan berdarah.

Ketika ditemui di Polsek Siantar Utara, Louis Fernando mengisahkan, dirinya pergi dari rumahnya, pada Kamis (9/10/2019) lalu, bermaksud mencari kerja ke Kota Siantar. Dari tempat tinggalnya, Louis Fernando menumpangi Bus Palapa.

"Semalam kan bang, ada yang nawari kerja di Siantar. Sampailah aku di Siantar, bang," ujarnya dengan menahan rasa sakit.

Cerita bercerita, ternyata Louis Fernando ditawari bekerja melaut ke daerah Kisaran, Kabupaten Asahan.

Baca juga: Colong Kotak Amal, Pemuda Asal Taput Bonyok Dihajar Warga

Dirinya pun menolak pekerjaan tersebut, lantaran takut melaut dan tidak pandai berenang. Alhasil, Louis Fernando terluntah-luntah alias menggelandang, di Pematangsiantar.

Tepat, pada Jumat (11/10/2019) dini hari, Louis Fernando kebingungan, lantaran dirinya diserang rasa ngantuk yang cukup berat. Akhirnya ia pun memutuskan tidur di pelataran Musholah As-Sabaruah.

"Istirahat la aku bang di Musholah As-Sabaruah. Pintu musholah dikunci," ujarnya.

Lanjutnya lagi, sebelum azan sholat subuh, dia pun terbangun, dan warga berdatangan guna menunaikan sholat. Melihat warga berdatangan, Louis Fernando tetap melanjutkan tidurnya, di pelataran teras musholah.

Setelah selesai sholat, ada seorang jamaah tidak pulang ke rumah, dan beristirahat tidur di dalam musholah.

Menjelang pagi, sekira pukul 07.00 WIB, jamaah yang sempat tidur di dalam mushollah terbangun dan  pulang ke rumahnya. Disitulah Louis Fernando mulai menjalankan aksi jahatnya.

"Sebelum mencuri, aku mencuci wajahnya di kamar mandi. Setelah itu aku berkeliling melihat, musholah, diam-diam aku masuk ke dalam musholah," ujarnya.

Usai menggasak uang kotak amal mushollah yang berjumlah Rp 53 ribu dan ketika hendak pergi tinggalkan musholah, di saat itu lah warga memergoki dan menangkap Louis Fernando, lalu memukulinya beramai-ramai hingga babak belur.

"Belum pernah aku ditahan sama polisi. Aku kelaparan, tidak ada lagi biaya untuk makan bang. Niat aku memang mencari kerja lantaran sulit sekali peluang kerja di kampung," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Utara, AKP Lintas Pasaribu, melalui Kanit Reskrim, Ipda BR Simanjuntak, membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku pencurian kotak infaq musholah.

"Pihak pengurus musholah sudah membuat pengaduan atas kejadian tersebut, dan pelaku yang diamankan masih diambil keterangan. Untuk barang bukti ada dua kotak infaq, juga sudah disita guna proses penyidikan," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1