HETANEWS

Kasus Tewasnya Siswa SMA Taruna Indonesia Dilimpahkan ke Kejari Palembang

Kejaksaan Negeri Palembang menerima berkas dan tersangka kasus kekerasan saat MOS di SMA Taruna Indonesia Palembang.

Palembang, hetanews.com - Berkas kasus tersangka pelaku kekerasan kepada siswa baru SMA Taruna Indonesia di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) saat Masa Orientasi Siswa (MOS) akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Palembang, Kamis (10/10/2019). Tersangka Obby Frisman Arkataku sudah menjalani pemeriksaan di kepolisian selama empat bulan.

Saat proses penyerahan berkas dan tersangka, sempat terjadi salah paham antara orang tua tersangka dengan pihak dari Kejaksaan Negeri Palembang. Ayah tersangka mengira jika anaknya masih dalam penyelidikan, namun tanpa didampingi pengacaranya.

Kejaksaan Negeri Palembang melalui Kepala Substitusi Pidana Umum, Yuliati Ningsih menjelaskan kepada orang tua tersangka jika proses pemeriksaan sudah selesai dilakukan petugas saat dilimpahkan penyidik kepolisian. 

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku dirinya sama sekali tidak melakukan kekerasan terhadap korban. Saat itu korban sepertinya kerasukan nenek-nenek hingga akhirnya menghempaskan tubuh ke tanah dan membenturkan kepalanya sendiri ke seng sampai akhirnya korban meninggal.

Yuliati membenarkan telah menerima pelimpahan tahap dua, berkas dan tersangka atas nama Obby Frisman Arkataku. “Tersangka menyangkal semua tuduhan tapi kami sudah mengantongi minimal dua barang bukti,” katanya, di Palembang, Kamis (10/10/2019).

Tersangka akan ditahan 20 hari ke depan untuk menunggu proses persidangannya di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang. Atas kasus ini, tersangka dijerat pasal 80 ayat 3 nomor 17 tahun 2016 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, Delwyn Berli Juliandro (14) meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Myria, Palembang, Sabtu (13/7/2019), sekitar pukul 04.00 WIB. Almarhum dibawa ke rumah sakit setelah sempat pingsan.

Korban diduga kelelahan setelah mengikuti long march ke Talang Jambe sekitar pukul 01.00 WIB dalam rangka Masa Orientasi Siswa SMA Taruna Indonesia. Kematian korban ditengarai mendapat kekerasan fisik saat masa pengenalan lingkungan sekolah dari pembina kegiatan MOS.

sumber: inews.id

Editor: sella.