HETANEWS

Suami Tega Pukul Kepala Istrinya Pakai Linggis, Anak Beteriak Suruh Ibunya Lari

Jaksa Ronald SH saat menghadirkan terdakwa, di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Rahman Pandiangan als Pak Diva (46), nekat memukul kepala istrinya dengan linggis sebanyak 2 kali hingga bocor.

Anaknya pun menyuruh ibunya lari. "Lari mamak,"kata Cantique, salah satu dari putri mereka.

Penganiayaan itu, dilakukan terdakwa pada Selasa, 16 Juli 2019, lalu, sekitar pukul 07.20 WIB, di lantai 2 rumahnya, di Jalan Mesjid Kampung Toba Seribudolok, Kecamatan Silimakuta.

Pagi itu, saksi korban (istri terdakwa) Only Bethaida Silalahi als Mak Dita, sedang mengemasi barang - barangnya.

Lalu terdakwa naik ke lantai 2 rumahnya dan mengatakan, mau kemana kau. "Sukak ku lah, aku gak mau ribut ribut lagi," kata korban. Sehingga keduanya bertengkar mulut.

Terdakwa memukul wajah korban hingga beberapa kali. Tak hanya itu, melihat linggis di dekat pintu, terdakwa langsung mengambilnya dan memukul kepala korban sebanyak 2 kali.

Korban pun berdarah dan disuruh anaknya lari. Korban lari meminta pertolongan warga dan melaporkannya ke Polsek Saribudolok. Akibatnya, korban mengalami jahitan dan selama sebulan lebih tidak dapat beraktifitas.

Dari perkawinan keduanya, mereka dikarunia 4 orang anak. Terdakwa dijerat dengan pasal 44 (2) dan (1) UU RI No.23/2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Persidangan siang itu, jaksa Herman Ronad SH, menghadirkan saksi anak. Korban juga mengaku tidak mau lagi hidup bersama terdakwa yang pengangguran dan suka main pukul. Untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, sidang ditunda seminggu.

"Untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, persidangan ditunda seminggu,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti SH didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH.

Sidang dibantu panitera, Jonathan Sinaga SH dan dinyatakan ditutup dan dibuka kembali pada pekan depan.

Penulis: ay. Editor: gun.