HETANEWS

Melalui Insiden Penusukan Wiranto, Ancaman Radikalisme Kian Nyata

Oleh: Indra Harsono [Pembina MCM Indonesia]

Insiden penyerangan dengan senjata tajam yang dialami oleh Menkopolhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto hari ini di Pandeglang, Banten, memberikan peringatan yang sangat kuat kepada kita betapa berbahayanya aksi radikalisme ini.

Apalagi jika gerakan itu mengatasnamakan agama Islam yang sejatinya adalah agama yang mengajarkan perdamaian dan rahmatan lil alamin.

Menurut keterangan polisi, pelaku penyerangan yakni Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana Binti Sunarto ternyata diketahui memiliki keterkaitan dengan gerakan radikalisme ISIS yang dikenal sangat meresahkan dan turut mencoreng nama baik Islam di mata dunia.

Sebagai salah satu Pembina Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCM), saya tentunya sangat mengecam aksi radikalisme seperti ini.

Terlebih lagi, Wiranto merupakan salah satu tokoh yang sangat peduli pada masyarakat Muslim, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina MCM Indonesia.

Jadi terlalu picik jika oknum penyerang menargetkan Wiranto yang sejatinya sangat peduli pada Islam.

Insiden ini tentunya harus menjadi peringatan bagi kita semua agar senantiasa mewaspadai masuknya gerakan radikalisme di Indonesia.

Kita bisa melihat, bagaimana pengaruh radikalisme ini telah menghancurkan beberapa negara di Timur Tengah. Isunya hampir semua sama, menjadikan agama sebagai tameng untuk melakukan aksi adu domba dan terorisme.

Kita tentunya sangat berharap, hal yang sama tidak terjadi di negara kita.

Itulah kenapa, MCM Indonesia hadir untuk menampilkan wajah Islam yang damai dan santun dalam bingkai Rahmatan lil Alamin.

Kita gencar melakukan kegiatan di beberapa masjid untuk mensyiarkan semangat dakwah Islam yang damai sebagai bagian dari spirit kita.

Pak Wiranto sendiri merupakan salah satu tokoh yang sangat mendukung syiar Islam di MCM Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina.

Kita berharap, insiden ini adalah yang terakhir terjadi di negara kita tercinta, Indonesia. Mari kita bersatu lawan radikalisme, hindari ujaran kebencian dan adu domba berbalut agama yang menyulut permusuhan dan memicu perpecahan antar anak bangsa.

Bukan untuk siapa-siapa atau kelompok mana, tapi untuk kita semua, bangsa Indonesia, yang tentunya sangat mengharapkan kebaikan bagi negeri ini.

Artikel ini sebelumnya terbit di Lensa Media

Editor: edo.