HETANEWS

Di PN Siantar, Penadah Divonis 2,6 Tahun Penjara! Di PN Simalungun Dihukum 4 Tahun, Loh..???

Terdakwa Zainul Asri alias Wak Ling keluar dari ruang sidang dan menjumpai keluarganya. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa Zainul Asri alias Wak Ling, divonis 2,6 tahun penjara oleh majelis hakim, Simon C Sitorus, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (10/10/2019).

Jalannya sidang tersebut, diketuai Simon C Sitorus, didampingi dua anggotanya, M Iqbal dan Rahmad. 

Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana "penadahan", sebagaimana diatur dalam Pasal 480 ayat (1) KUH Pidana. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zainul Asri alias Wak Ling, dengan pidana penjara selama 2,6 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,"ujar Simon C Sitorus, membacakan vonis. 

Namun, terdakwa bukan hanya divonis di Pengadilan Negeri (PN) Siantar saja. Terdakwa Zainul Asri juga baru saja divonis selama 4 tahun penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, dengan kasus yang sama, sebagai penadah. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, terdakwa Zainul pernah mengatakan kepada Tri Rahayu Pinem, dengan menanyakan "ada mobil L-300 Box, kalau ada si Putra mau". Kemudian pada tanggal 7 Februari 2019, Sri Rahayu menelpon terdakwa dengan mengatakan, kalau mobil L-300 yang dicari terdakwa sudah ada. 

Kemudian terdakwa menelpon Sri, agar mereka bertemu di Tanah Seribu kota Binjai. Lalu sekira pukul 10.00 WIB, terdakwa menunggu Tri, di lokasi yang mereka janjikan, dan setelah bertemu, Tri langsung memberikan 1 unit mobil L-300 kepada terdakwa. 

Selanjutnya, Tri memberitahukan, bahwa harga mobil L-300 tersebut dijualnya seharga Rp 22 juta. Kemudian terdakwa dan Putra Ginting bertemu dan memberikan uang sebesar Rp 20 juta kepada terdakwa, sambil mengatakan, kalau sisa uang tersebut nanti akan dibayarnya. 

Penulis: res. Editor: gun.