HETANEWS

Anwar Ibrahim Yakin Geser Posisi Mahathir sebagai PM Malaysia pada Pertengahan 2020

Anwar Ibrahim bertakziah ke keluarga Almarhum BJ Habibie di Jakarta

Malaysia, hetanews.com - Tokoh reformasi Malaysia yang kini menjabat Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim tetap yakin pergantian kekuasaan di negaranya bakal berlangsung pada 2020.

Sebelumnya Mahathir Mohamad mengatakan akan menjabat 3 tahun sejak dilantik yakni pada Mei 2018, artinya dia baru akan menyerahkan jabatan ke Anwar pada 2021.

"Ok, terkawal (peralihan kekuasaan), sekitar tahun depan, 2020, pertengahan tahun," kata Anwar, saat bertakziah ke kediaman keluarga BJ Habibie, di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Meski demikian, Anwar tidak menyebutkan secara detail soal waktu pasti dan sejauh mana proses peralihan kekuasaan itu berlangsung.

Suami dari Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail itu hanya memastikan bahwa Mahathir sudah berjanji menyerahkan kekuasannya pada 2020 atau saat masa jabatannya 2 tahun.

Sebelumnya, saat berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Mahathir mengindikasikan akan menyerahkan jabatan pada 2021.

Dia menjanjikan akan menyerahkan jabatan sebelum pemilu berikutnya yang digelar pada 2023, tapi tak mengungkap waktu secara definitif.

"Saya berjanji akan turun sebelum pemilu berikutnya dan memberi kesempatan kepada kandidat lain. Jadi saya mungkin masih memiliki waktu paling lama sampai 3 tahun," kata Mahathir, saat itu.

Penasihat media dan komunikasi Mahathir, A Kadir Jasin, mengatakan, tak ada kesepakatan hitam di atas putih mengenai waktu penyerahan jabatan kepada Anwar.

"Ada lima janji yang disetujui oleh para pemimpin (partai koalisi) Pakatan Harapan, yaitu Tun M (Mahathir) akan menjadi ketua, Tun M akan memimpin Pakatan Harapan dalam pemilihan umum ke-14, Tun M akan menjadi perdana menteri, minta pengampunan kerajaan bagi Anwar dan mengesahkan posisi (perdana menteri) untuk Anwar, " kata Kadir.

"Namun, perjanjian itu, dokumennya tidak menyebutkan tanggal. Tahun 2020, 2030 atau 2050, tanggalnya tidak disebutkan," ujarnya lagi.

Seperti diketahui, sebelum pemilu Malaysia pada Mei 2018, Mahathir berjanji akan menyerahkan jabatan kepada Anwar jika Pakatan Harapan memenangkan pemilu atas Barisan Nasional. Saat itu Anwar masih berada di penjara atas tuduhan kasus sodomi. Setelah Pakatan Harapan menang, Anwar dibebaskan tanpa syarat dari penjara melalui bantuan lobi Mahathir kepada Raja Malaysia.

sumber: inews.id

Editor: sella.