HETANEWS

Peraih Nobel Yakin Dapat Deteksi Alien 30 Tahun Lagi

Astronom asal Swiss, Didier Queloz, menerima penghargaan Nobel fisika 2019. (Foto: AFP/ISABEL INFANTES)

London, hetanews.com - Seorang peneliti planet dan benda luar angkasa lainnya meyakini bahwa manusia akan mendeteksi kehidupan makhluk lain di luar Bumi dalam 30 tahun ke depan. Pernyataan Didier Queloz disampaikan usai dirinya meraih penghargaan Nobel di bidang fisika.

 
Queloz, pria yang menemukan planet pertama di luar sistem tata surya, mengaku "yakin" dengan adanya kehidupan di luar Bumi.
 
"Ada begitu banyak planet dan bintang di luar sana, dan hukum kimia itu berlaku universal," kata Queloz, kepada awak media di London, dinukil dari Daily Telegraph, Selasa 8 Oktober 2019.

"Hukum kimia yang memulai kehidupan (di Bumi) juga pasti terjadi di tempat lain," sambung dia.
 
Bekerja di University of Cambridge sejak 2013, Profesor Queloz menyebut kehidupan makhluk asing mungkin bisa benar-benar terdeteksi dari Bumi dalam kurun waktu 100 tahun. Namun ia meyakini mesin yang dapat mendeteksi keberadaan kehidupan lain itu dapat dibangun dalam 30 tahun ke depan.

 
Pria 52 tahun asal Swiss itu adalah satu dari tiga peneliti yang menerima Nobel fisika tahun ini dengan hadiah uang GBP740.000 atau Rp12,8 miliar. Dalam 'perburuannya' selama ini, Queloz telah menemukan banyak planet di luar tata surya atau biasa juga disebut "exo-planets."

 
Penemuan 51 Pegasi b pada 1995, yakni bola gas raksasa berukuran setara Jupiter, telah memicu revolusi di bidang astronomi dan bidang baru lainnya yang disebut-sebut sebagai harapan terbaik untuk mendeteksi kehidupan di luar Bumi.

 
"Kami telah membuka jendela baru dalam astrofisika. Kami menemukan fakta bahwa ada sejumlah planet lain seperti yang ada di tata surya kita," tutur Queloz.

 
Dua peneliti lainnya yang mendapat Nobel fisika tahun ini adalah James Peebles dan Michael Mayor.
 
Peebles adalah ilmuwan asal Kanada yang menemukan petunjuk mengenai fase primitif alam semesta dari radiasi gelombang mikro. Sementara Mayor adalah supervisor Queloz saat dirinya masih menjadi mahasiswa program PhD.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.