HETANEWS

Ungkap 15 Kasus Sabu-Sabu, BNNP DIY: Yogyakarta Pasar Narkoba

Badan Narkotiba Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu selama 2019.

Yogyakarta, hetanews.com - Badan Narkotiba Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu selama 2019 ini. Tiga diantaranya dibongkar di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

“Kita sudah tangani 15 kasus, terbaru kemarin sore kita tangkap lagi sabu-sabu,” kata Kepala BNNP DIY, Triwarno Atmojo, disela pemusnahan sabu-sabu di kantor BNNP DIY, Rabu (9/10/2019).

Sabu yang dimusnahkan ini berhasil disita dari tangan FH (23), salah satu penumpang Sriwijaya Air. Tersangka transit di Bandara Adisutjipto, dari Lampung dengan tujuan akhir Makassar, Sulawesi Selatan.

Penyelundupan berhasil dibongkar petugas yang mencurigai koper milik tersangka. Ketika dilakukan pengecekan, ditemukan delapan paket sabu-sabu seberat 5,506 kilogram yang dibawa tersangka.

Menurutnya, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang disasar bandar narkoba karena kedatangan banyak pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ditambah lagi pendatang yang terus bertambah tiap tahun.

“Memang pasar sabu-sabu kebanyakan menyasar kalangan dewasa,” katanya.

Triwarno mengatakan Indonesia sudah dinyatakan darurat narkoba. Presiden juga sudah menerbitkan inpres kepada kementerian dan lembaga hingga bupati dan walikota untuk ikut serta memberantas peredaran gelap narkoba.

Dikatakannya, selama ini jaringan narkoba kerap melibatkan aktor lintas negera. Seperti sabu yang dibawa tersangka dari Lampung, merupakan pasokan dari Thailand.

“Narkoba itu ada 30 jenis dan semuanya laku di Indonesia. Untuk itulah masyarakat harus hati-hati dengan penyalahgunaan narkoba ini,” katanya.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP DIY, Kombespol Sudaryoko mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda DIY untuk membongkar jaringan peredaran.

Tersangka yang diamankan hanyalah kurir. Polisi masih memburu para tersangka lain yang memainkan peran.

“Kita sudah ke Lampung dan berkoordinasi dengan BNNP Lampung,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan di rekaman kamera CCTV yang ada di Lampung. Dari situ setidaknya ada empat orang yang bersama tersangka ketika di bandara.

“Kita bidik tersangka lain yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” katanya.

sumber: inews.id

Editor: sella.