HETANEWS.COM

PT. STTC Apresiasi KPPBC TMP C Pematangsiantar Tindak Tegas Peredaran Rokok Ilegal

Norman, mewakili pimpinan PT. STTC memberikan kata sambutan di acara pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari barang hasil penindakan di Bidang Cukai, periode bulan Desember 2018 hingga Juni 2019, di KPPBC TMP C Pematangsiantar, jalan Sisingamangaraja Nomor 68 Siantar, Selasa (8/10/2019), lalu.

Siantar, hetanews.com – Norman mewakili pimpinan PT. STTC, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Pematangsiantar, yang telah menindak tegas peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya.

Hal itu disampaikannya saat didaulat menyampaikan kata sambutan mewakili undangan, di acara pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari barang hasil penindakan di Bidang Cukai, periode bulan Desember 2018 hingga Juni 2019, di KPPBC TMP C Pematangsiantar, jalan Sisingamangaraja Nomor 68 Siantar, Selasa (8/10/2019), lalu.

Dikatakan Norman di hadapan para pejabat Bea dan Cukai serta unsur Forkopimda Siantar – Simalungun, peredaran rokok ilegal mengakibatkan pemasaran maupun produksi rokok PT. STTC jadi turun 30 persen.

Dan jika terus terjadi penurunan, maka dikuatirkan dapat berimbas kepada pengurangan tenaga kerja, ujarnya.

Dicontohkannya, kalau tadinya memperkerjakan 100 orang, maka bisa saja tenaga kerja berkurang 30 orang, akibat menurunnya produksi rokok.  

“Karena rokok ilegal tersebut dijual lebih murah dibanding rokok yang diproduksi PT. STTC. Kalau rokok STTC kita contohkan Rp15 ribu per bungkus, maka rokok ilegal dijual di pasaran harganya paling antara Rp6 ribu hingga Rp7 ribu. Sehingga kondisi itu sangat berpengaruh terhadap perusahaan rokok yang benar – benar patuh membayar cukai atau pajak,”ujar Norman.

Namun dengan adanya keseriusan Bea dan Cukai Pematangsiantar dalam menindak tegas rokok ilegal, mudah – mudahan pemasaran produk rokok PT. STTC akan semakin meningkat, harapnya.

Sementara Kepala KPPBC TMP C Pematangsiantar, Muh. Gunawan Sani dalam sambutannya mengatakan, bahwa Bea Cukai  tetap komit memberantas peredaran rokok ilegal dan melakukan edukasi kepada masyarakat.

Bahkan, katanya, pihaknya ditarget hingga 3% dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal dan pihaknya melalui Tim ‘Tempur’ akan lebih fokus memeranginya.

"Kami serius memberantas rokok-rokok ilegal karena sangat merugikan negara dan perusahaan rokok yang membayar cukai sesuai ketentuan. Dan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang ketentuan peraturan cukai terkait rokok ilegal juga masih minim. Sehingga sosialisasi tentang rokok ilegal perlu ditingkatkan agar masyarakat, terutama pengusaha tempat penjual eceran lebih memahami ketentuan barang kena cukai. " ujarnya.

Muh. Gunawan Sani juga memberitahukan, bahwa pada bulan Juni 2019 telah dilakukan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan di bidang cukai. Berkasnya telah lengkap dan dinyatalan P21 oleh Kejaksaan Negeri Dairi dan sekarang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Sidikalang.

Pada kesempatan itu, Gunawan juga sangat berharap kerjasama dari pihak Aparatur Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian, dan Kejaksaan dalam menindak peredaran rokok ilegal dan minuman keras (Miras) ilegal.

Acara pemusnahan rokok ilegal dan minuman keras ilegal tersebut, dipandu Fajar Patriawan, Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan KPPBC TMP C Pematangsiantar.

Pemusnahan turut dilakukan Forkopimda Siantar – Simalungun, diantaranya, Dandim 0207/Simalungun, Dandenpom I/I Pematangsiantar, Kapolres Pematangsiantar, mewakili Kajari Pematangsiantar, mewakili Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar dan mewakili PT. STTC serta undangan lainnya degan cara dibakar untuk rokok ilegal, sedangkan minuman keras ditumpahkan.

Penulis: tim. Editor: gun.