HETANEWS

Marice Boru Sianipar Disebut – sebut Tidak Dipilih Lewat Rapat sebagai Bendahara Komite Sekolah, Lalu Siapa yang Nyuruh?

Plang SMKN 2 Pematangsiantar.

Siantar, hetanews.com - Perjalanan pengutipan uang komite sekolah, di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Siantar, jadi sangat menarik untuk ditelusuri dan kutipan itu telah berlangsung lama, sejak Kepala Sekolah (Kasek) sebelumnya, Mansur Sinaga.

Yang membuat menarik, pihak pengelola uang komite sekolah ini, seperti bendahara, Marice boru Sianipar dan termasuk Plh Kasek SMKN 2 Siantar, Dermanto Purba, juga seakan mengelak saat dikonfirmasi soal uang komite sekolah ini.

Dan terungkap, ternyata keberadaan Marice boru Sianipar sebagai bendahara juga dipertanyakan.

Karena kabarnya, dia tidak dipilih berdasarkan rapat komite sekolah. Dan yang menjadi pertanyaan, siapa yang menunjuk dia jadi bendahara komite sekolah? Dan apa kepentinganya?

Bahkan kabarnya, Marice boru Sianipar sudah melakukan pemungutan uang komite sekolah dari para siswa, yaitu, Rp70 ribu per bulannya dan dia juga mendapatkan ‘jatah’ dari uang komite sekolah itu.

Seperti sumber hetanews.com menyebutkan, kalau Marice boru Sianipar juga mendapat ‘jatah’  per bulannya dari hasil mengutip uang komite sekolah itu.

Marice yang merupakan ASN dan ditugaskan sebagai guru Bimbingan Konseling di sekolah itu, juga dikabarkan akan pensiun pada tahun 2020 mendatang.

Lalu mengapa Marice bisa – bisanya jadi bendahara komite sekolah, juga masih tanda tanya besar?

Namun pertanyaan itu masih belum bisa dijawab, karena baik Marice maupun Plh Kasek, belum mau memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan.

Baca juga: Dikonfirmasi Soal Uang Komite Sekolah, Marice Sianipar Pilih ‘Buang Badan’, Kenapa?

Apalagi Marice, yang dengan entengnya mengarahkan wartawan menanyakan langsung kepada Ketua Komite Sekolah dan Kepala Sekolah. 

Masalah uang komite sekolah ini muncul kepermukaan, menyusul adanya kebijakan pihak Komite Sekolah SMKN 2 Siantar, melalui bendahara komite sekolah yang membuat kebijakan baru, dimana tanggal gajian para tenaga honorer jadi ‘diperlama’, yaitu setiap tanggal 10 setiap bulannya.

Padahal, sepengetahuan para tenaga honor tersebut, uang komite sekolah dari para siswa sudah banyak dikutip, sehingga tidak ada alasan mengulur – ulur pembayaran gaji para pegawai honorer, yang jumlahnya juga tidak banyak.

Karena menurut sumber hetanews.com, paling per tenaga honorer menerima Rp700 ribu per bulannya dan jika ditotal keseluruhan untuk gaji pegawai honor komite sekolah itu sekitar Rp35 juta.

Sementara perkiraannya, jumlah uang komite sekolah yang terkumpul per bulannya sebanyak Rp105 juta.

Sehingga masih ada Rp70 juta lagi yang tersisa dan peruntukan uang itu juga perlu ditelusuri, ujarnya kepada hetanews.com, Selasa (8/10/2019).    

  

Penulis: tim. Editor: gun.