HETANEWS

Jenazah Aktivis Walhi Golfrid Siregar Akan Dimakamkan di Dolok Panribuan, Kakak Korban Beberkan Kejanggalan

Jenazah Aktivis Walhi Sumut, Golfrid Siregar disemayamkan di rumah duka.

Simalungun, hetanews.com - Jenazah aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara, Golfrid Siregar yang meninggal dunia, pada hari Minggu (6/10/2019) lalu, di Rumah Sakit Umum Pratama Adam Malik Medan, disemayamkan di rumah keluarganya, di Desa Palian Opat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Jenazah tiba di rumah duka, pada Selasa (8/10/2019) dini hari, setelah dilakukan otopsi, di RS Bhayangkara Polda Sumut, Medan.

Dari keterangan salah seorang warga, marga Turnip mengatakan, bahwa rumah yang dijadikan tempat persemayaman Goklif, merupakan rumah parsinggahan atau rumah keluarga besar dari ayah Golfrid.

"Sebenarnya, orangtuanya berdomisili di kota Batam , almarhum (Golfrid) hanya sebentar tinggal di sini, selebihnya di Batam dan terakhir di Medan, setelah menikah,"kata Turnip.

Turnip juga menjelaskan kalau jenazah Golfrid rencananya akan dimakamkan di TPU Kampung Gereja, yang tidak jauh dari rumah keluarganya itu.

Ini semua keputusan dari keluarga almarhum dan warga kampung yang akan membantu mulai acara adat sampai pemakaman, ujarnya.

Sementara itu, keluarga tetap tolak keterangan polisi, bahwa Golfrid korban kecelakaan.

Seperti yang diungkapkan abang kandung almarhum, Rahman Siregar, kepada para awak media, di rumah duka.

Rahman yang berdomisili di Batam, Kepri ini membeberkan sejumlah kejanggalan yang ditemukan secara kasat mata, di tubuh ayah dari seorang putri itu.

"Kalau kecelakaan kenapa helmnya tidak hancur. Kemudia kalau dikatakan begal, kereta (sepeda motor) nya masih ada,"terangnya.

Setelah ditemukan tidak berdaya di fly over Simpang Pos, Medan, ada sejumlah barang milik Golfrid yang hilang. Barang-barang itu seperti, laptop, telepon genggam, dompet dan cincin pernikahan.

Ramahan juga menerangkan, hingga saat ini pihak keluarga belum mendapat hasil otopsi jenazah adiknya itu. Saat ditanya inisiator jenazah almarhum agar diotopsi, Rahman mengatakan, inisiatif dan permintaan dari Perhimpunam Advokat Indonesia (Peradi).

“Jadi memang masalah hukum adik kami sudah ditangani Peradi. Mereka yang membantu kami agar kematian adik kami bisa diungkap,"ujarnya.

Diketahui, bahwa Golfrid Siregar merupakan anggota Peradi Medan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Nommensen Medan yang juga aktif mengadvokasi masyarakat yang mengadu ke Walhi Sumut.

Sebelumnya, seorang pengemudi becak menemukan almarhum Golfrid dan 

ditemukan dalam kondisi sekarat di jembatan layang Simpang Pos Medan, pada Kamis  dini hari (3/10/2019) dan membawa Golfrid ke RS Adam Malik.

Penulis: tim. Editor: gun.