HETANEWS

Persiapan Invasi Turki ke Suriah Telah Selesai

Pasukan AS berjalan melewati sebuah kendaraan militer Turki di desa al-Hashisha, Suriah, 8 September 2019. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)

Ankara, hetanews.com - Persiapan operasi militer Turki ke Suriah bagian utara "telah selesai" sepenuhnya. Demikian informasi terbaru dari Kementerian Pertahanan Turki, Selasa 8 Oktober 2019.
 
Dilansir dari AFP, Pengumuman Kemenhan Turki kontradiktif dengan laporan grup pengawas Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), yang menyebut pasukan Ankara sudah mulai menggempur basis pasukan Kurdi di Suriah.
 
Rencana invasi Turki ke Suriah ini tidak didukung Amerika Serikat, namun Washington juga tidak melarangnya. Setelah berbicara via telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan agar pasukan Negeri Paman Sam ditarik dari perbatasan Suriah.

Erdogan telah beberapa kali mengancam akan menyerang pasukan dan militan Kurdi di Suriah utara. Ankara menganggap pasukan Kurdi YPG merupakan perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdi (PKK), kelompok yang telah melancarkan pemberontakan di Turki selama bertahun-tahun.
 
"Semua persiapan operasi telah selesai," tulis Kemenhan Turki di Twitter, beberapa jam usai pasukan AS dikabarkan telah menarik diri dari area perbatasan.

 
Erdogan telah memperingatkan semua pihak bahwa operasi militer Turki ke Suriah dapat terjadi sewaktu-waktu "tanpa peringatan terlebih dahulu."

 
Sejumlah kritik menilai langkah Trump menarik pasukan dari Suriah sebagai bentuk penelantaran terhadap Kurdi, sekutu utama Washington dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS).

 
Trump sempat mengejutkan banyak pihak lewat pernyataan terbaru, yang mengancam akan menghancurkan perekonomian Turki jika Erdogan berbuat terlalu jauh di Suriah.

 
"Saya telah mengatakan kepada Turki bahwa jika mereka melakukan apapun di luar batas kemanusiaan, maka mereka harus bersiap menerima kehancuran ekonomi," tegas Trump.

 
Sementara itu, seorang pejabat AS membantah bahwa Trump telah memberikan "lampu hijau" terhadap invasi Turki ke Suriah. Invasi Turki dinilai sejumlah pihak berpotensi membuat ribuan militan ISIS yang ditahan Kurdi YPG dibebaskan.

 
Merespons kekhawatiran tersebut, Turki menegaskan tidak akan membiarkan ISIS kembali bangkit di Suriah. "Turki akan terus berjuang melawan Daesh dan tidak akan membiarkannya kembali dalam bentuk apapun," kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, menggunakan akronim lain dari ISIS.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.