HETANEWS

Ungkap Kematian Golfrid, Polisi Cari Abang Becak

Jenazah Golfrid Siregar, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga advokat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), tiba ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus/far)

Medan, hetanews.com - Satreskrim Polrestabes Medan kesulitan mencari saksi dan barang bukti terkait tewasnya advokat serta aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara (Sumut), Golfrid Siregar, dengan sejumlah luka yang mencurigakan.

Sedangkan orang yang pertama kali menemukan Golfrid dengan kondisi sekarat, belum juga ketemu. Tukang becak itu pula yang merupakan orang pertama kali menemukan Golfrid dibawah flyover Simpang Pos Jalan Jamin Ginting, Medan, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Tukang becak ini pula yang mengantarkan Golfrid ke RS Mitra Sejati sebelum dirujuk ke RS H Adam Malik Medan. "Masih kita cari penarik becaknya. Kita imbau kepada abang becak tersebut untuk bantu kita dengan datang ke kantor dan berikan informasi," ungkap Pjs Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, Selasa (8/10).

Selain penarik becak, ia juga mengimbau kepada pihak yang melihat kejadian saat korban terjatuh atau lainnya untuk berikan informasi ke polisi. "Bantu kami ungkap kasus ini jangan takut untuk berikan informasi," pintanya.

Hingga saat ini, pihaknya telah memintai keterangan istri korban dan satpam rumah sakit. Penyelidikan pun terus dilakukan. Eko pun berharap kasus ini secepatnya terungkap. "Insha Allah hari ini ada bertambah saksi yang akan kita periksa. Mohon doanya," harap Eko.

Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan mendorong pihak kepolisian secepatnya ungkap kasus ini. Pihaknya pun turut membantu pihak kepolisian pengungkapan kasus ini. Sedangkan barang-barang milik Golfrid yang hilang, menambah keyakinan pihaknya jika kasus ini bukan disebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Kami mendorong polisi secepatnya ungkap penyebab kematian Golfrid. Karena sampai kemarin, kita belum menemukan dimana TKP kejadiannya, begitu juga dengan polisi. Dompet hilang, hp hilang, seperti penghilangan identitas," pungkasnya.

Sedangkan autopsi terhadap Golfrid sudah dilakukan di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin (7/10) malan. Almarhum pun sudah dibawa kembali ke kediamannya di Kecamatan Tiga Dolok, Kab Simalungun dan segera dimakamkan setelah prosesi adat dilakukan.

Sumber: GATRA

Editor: tom.