HETANEWS.COM

Timbul Lingga: Perlu Kajian Dua Arah Terkait Pergantian Sekda

Timbul Lingga [kanan]

Siantar, hetanews.com - Pimpinan DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga mengatakan, perlu kajian dua arah terkait pencopotan Sekda Budi Utari oleh Walikota Hefriansyah. Keduanya pun akan dipanggil DPRD untuk mengkaji pencopotan tersebut.

Surat Budi Utari ke DPRD sedang ditelaah oleh DPRD. DPRD akan menindaklanjuti surat itu setelah Alat Kelengkapan Dewan [AKD] dibentuk. Kemudian akan dilanjutkan dengan pengujian.

"Surat sekda sudah sampai ke kita. Suratnya lagi kita telaah. Nanti kita uji setelah penetapan alat kelengkapan dewan," kata Pimpinan DPRD Sementara, Timbul Lingga, Selasa (8/10/2019).

Surat Budi Utari ke DPRD mengenai pencopotan dirinya dari jabatan Sekda [Sekretaris Daerah] oleh Walikota. DPRD, kata Timbul, akan melakukan kajian dengan memanggil Budi Utari dan Walikota Hefriansyah.

Baca juga: Walikota Hefriansyah Copot Jabatan Budi Utari Tanpa SK?

"[Pencopotan Sekda] Kita harus kaji dari pihak Pemko Siantar dan yang bersangkutan [Budi Utari]. Kita harus kaji dari kedua pihak, agar tidak sepihak. Jadi tidak menutup kemungkinan kita panggil pihak terkait seperti BKD dan Walikota," imbuhnya.

Setelah itu, jika pihaknya menemukan adanya pelanggaran terhadap pencopotan Sekda, pimpinan DPRD akan menyampaikan hal itu ke forum dewan untuk diputuskan, langkah apa yang harus diambil.

Disinggung mengenai pemeriksaan KASN pasca pencopotan Budi Utari kepada dinas terkait, Timbul Lingga menilai persoalan ini justru menjadi gawean KASN. "Kita hargai adanya KASN. ini [sebenarnya] lebih ke arah KASN," ucapnya.

BKD Serahkan SK Plh Kusdianto Ke DPRD

Setelah Walikota Hefriansyah mencopot Budi Utari dari jabatannya, Walikota langsung memilih Kusdianto sebagai Plh Sekda. Informasi yang dihimpun, SK [Surat Keputusan] Plh Sekda Kusdianto baru dilayangkan BKD [Badan Kepegawaian Daerah] ke DPRD Siantar, Selasa Sore.

Plh Sekda, Kusdianto ditemui terpisah menyampaikan, sebelumnya SK dan spesimen tanda tangan dirinya sudah dikirim ke DPRD dan OPD.

Baca juga: Ini Alasan Hefriansyah Copot Sekda Budi Utari

"Kemarin sudah dikirim SK Plh dan spesimen [tanda tangan]. Cuma mereka [DPRD] meminta ada [surat] pengantar dari Pak Wali [Walikota]. Itu kan masalah teknis, itu kan urusan BKD sebenarnya," kata Kusdianto.

Ditemui diruang kerjanya di lantai satu gedung Balaikota Pematangsiantar, Kadis Pariwisata Pemko Siantar ini menyatakan dirinya hanya menjalankan tugas dari Walikota Hefriansyah.

"Kita gak masalah, terima kek apa kek, mengundurkan diri pun siap nya kita. Perlu diingat ya, itu ada saksi nya Pak Soleh dan lain-lain. Bapak tolaknya ini [jabatan]," ungkapnya

"[jadi] Plh Sekda sajanya katanya, Bapak tolaknya ini. Tapi karena keputusan Pak Wali, kan gak mungkin aku menolak Pak Wali kan, yah sudah lah ku jalani saja. Dari segi tugas kita, ya kita kerjakan," kata Kusdianto. 

Pernyataan ini juga pernah disampaikan Kusdianto kepada puluhan wartawan saat acara temu pers beberapa waktu lalu di salah satu kedai kopi di Jalan Alteleri Pematangsiantar.

Baca juga: Dicopot dari Jabatan Sekda, Budi Utari Surati Pimpinan DPRD

Penulis: gee. Editor: edo.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!