HETANEWS

Komplotan Perampok Pakai Pistol Mainan Diamankan Satreskrim Polres Simalungun, Dua Orang Kena Dor Senpi Asli!

Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu saat memperlihatkan para tersangka komplotan perampok.

Simalungun, hetanews.com – Personil Satreskrim Polres Simalungun, berhasil meringkus empat orang pelaku perampokan truk getah, yang terjadi di Nagori Pariasan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Selasa (1/10/2019 ), lalu.

Dua dari empat pelaku perampokan yang diamankan, terpaksa dihadiahi timah panas, karena mencoba melawan saat mau diamankan.

Saat beraksi, komplotan perampok menyamar jadi aparat kepolisian dan memakai senjata api mainan.

Sebenarnya, komplotan perampok ini beranggotakan enam orang , dua orang masih dalam pencarian orang.

Dua orang lagi masih dalam daftar pencarian orang (DPO), ujar Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu, saat memimpin konferensi pers, di Satreskrim Polres Simalungun, Senin (7/10/2019).

Para pelaku yang diamankan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni, JDS , JFS , JS, dan BL (Penadah). Sementara tersangka AS dan R masih DPO, kata Kapolres.

Sebelumnya, hari Senin (30/9/2019), pukul 18.00 WIB, korban Rindu Hutagalung, bersama dengan Dasrim Siregar, berangkat dari Huta Godang Tapanuli Selatan, dengan mengendarai 1 (satu) unit Colt Diesel Canter dengan Nomor Polisi BB 5691 NC, bermuatan getah sebanyak 5.500 kg dengan tujuan akan dijual ke Pabrik PT. Madjin yang terletak di Indra Pura.

Pada hari Selasa, 1 Oktober 2019, sekira pukul 03.30 WIB, korban Rindu sampai di tempat kejadian, menghentikan laju truk yang dikemudikannya dengan tujuan buang air kecil.

Setelah selesai buang air kecil dan masuk kedalam truk, tiba-tiba para pelaku dengan mengendarai 1 (satu) unit mobil Avanza BK 1774 IT warna Silver (dikemudikan tersangka AS) langsung berhenti, di belakang truk dan 4 orang penumpangnya, langsung turun yang mana 2 orang berjalan ke pintu kiri (Yakni tersangka tersangka JFS dan JS)  dan 2 (dua) orang kepintu kanan truk (Tersangka R alias Kentung dan JDS).

Kemudian tersangka R alias Kentung, langsung menodongkan pistol mainan kearah supir dan memaksa ke dua korban, keluar dari truk dan dimasukkan kedalam mobil Avanza.

Setelah itu, truk bermuatan getah tersebut diambil alih tersangka  R alias Kentung.

Kemudian tersangka AS, JFS, JDS dan JS, membawa korban ke arah Panei Tongah.

Dan sesampainya dan didaerah Panei Tongah, tersangka JDS, turun dari Avanza untuk menjumpai R alias Kentung untuk menjualkan hasil curian. 

Sementara tersangka AS, JFS, dan JS, melanjutkan perjalanan dan menurunkan korban, di sekitar perkebunan sawit PTPN IV Marjandi.

Kemudian tersangka R alias Kentung, bersama JDS, menjualkan hasil curian tersebut kepada penampung getah BL, seharga Rp.50.160.000,-.

Setelah getah karet dibongkar di gudang ,  tersangka R alias Kentung langsung membawa truk dan JDS masih menunggu pembayaran. Sementara,  tersangka AS, JFS dan JS, menunggu di simpang tiga Hatonduhan.

Setelah truk yang mereka rampok melintas, langsung diikuti tersangka AS, JFS dan JS, sampai ke Daerah Mandoge Asahan dan di daerah tersebut,  truk diparkirkan oleh tersangka R alias Kentung, di pinggir jalan dan langsung naik ke mobil Avanza.

Kemudian tersangka AS, JFS , JS dan R alias Kentung, berbalik arah untuk menjemput tersangka JDS.

Setelah bertemu, kelima tersangka sambil menuju Pematangsiantar, membagi hasil kejahatan dengan pembagian sebagai berikut, JDS mendapatkan pembagian Rp.17.000.000, R alias Kentung mendapat pembagian Rp.12.000.000, JFS mendapatkan pembagian Rp.5.700.000, AS mendapatkan pembagian Rp .5.700.000, dan JS mendapatkan pembagian sebesar Rp.5.700.000,-

Dan sisanya, dipergunakan minum-minum di Kisaran oleh tersangka JDS, R alias Kentung, AS dan JS dan tersangka JFS turun di Pematangsiantar, setelah mendapat pembagian.

Pada kesempatan itu, Kapolres Simalungun juga menyampaikan kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap segala tindak kejahatan, karena tindakan kejahatan bisa terjadi saat dimanapun kita berada.

AKBP Heribertus Ompusunggu menambahkan, para pelaku yang diamankan bersama barang bukti, 1 unit kendaraan roda empat beserta hasil kejahatan, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat dengan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian, dengan kekerasan. Dengan ancaman 9 tahun penjara, tegasnya.

Sedangkan penadah hasil rampokan, Bahrum, akan dikenakan pasal 480 KUHPidana tentang penadahan hasil kejahatan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, tutupnya.

Penulis: tim. Editor: gun.