HETANEWS

Satres Narkoba Polres Tanjungbalai Tembak Pengedar Narkoba Antar Provinsi

Tersangka Hendra Tarigan. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Satuan reserse kriminal Polres Tanjungbalai, menembak terduga pengedar narkoba antar provinsi, pada Jumat (4 /10/2019) lalu, sekira pukul 22.30 WIB.

Hendra Tarigan (30), warga jalan  Rupat Lingkungan IX Bahari, Kelurahan  Belawan Bahari, Kecamatan  Medan Belawan, Kota Medan ini, ditembak karena mencoba melarikan diri saat akan dilakukan  pengembangan jaringan narkoba, ucap Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira,Senin (7/10/2019).

"Tersangka ini merupakan residivis dalam kasus narkoba dan selama ini mendekam di LP Tanjung Gusta Medan, dengan vonis 5 tahun penjara sejak diringkus, pada tahun 2012 lalu, “ujar Kapolres.

Kejadian berawal dari informasi yang diperoleh dari warga yang mengatakan, bahwa di kos-kosan Siregar, di jalan Cermai (Belakang kantor Wali Kota) Kelurahan Sijambi, Kecamatan  Datuk Bandar, Tanjungbalai, sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba dan informasi tersebut ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Barang bukti yang disita petugas. (foto/ferry)

Pengintaian lokasi tersebut, dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba, AKP Ras Maju Tarigan, dibantu oleh KBO Narkoba, Ipda Eko Adhy dan Tim Buser Satres Narkoba yang bersenjata laras panjang. Dan setelah dilakukan pengintaian selama sejam lebih, petugas melihat seorang lelaki yang menaiki anak tangga menuju ke atap atau asbes.

Dalam suasana gelap, petugas mengikuti gerak - gerik dan pengintaian terhadap tersangka dan begitu melihat kehadiran petugas, tersangka spontan mencampakkan sesuatu ke bawah dan setelah dikutip kembali, ternyata berisi sabu seberat 5,3 gram.

Tersangka kemudian dibawa ke Satres Narkoba untuk dilakukan penyidikan dan mengakui, bahwa sabu tersebut merupakan pesanan dari Bos nya yang berinisial R.

"Aku ditelpon oleh bosku R ini, katanya disuruh mengambil dan mengantarkannya untuk dipakeknya," akui tersangka kepada petugas

Petugas pun melakukan pengembangan  terhadap R, di kelurahan Sijambi, Datuk Bandar.

Namun tersangka mencoba melarikan diri saat akan menuju lokasi persembunyian R dan tidak menghiraukan tembakan peringatan ke udara yang dilakukan oleh petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak tersangka dan mengenai kaki kanannya, sebut Kapolres.

Setelah dilakukan perobatan, maka pada esok hari (Sabtu, 7/10/2019), sekira pukul 11.30 WIB, petugas kembali mendatangi lokasi penemuan sabu yang pertama dan kembali menemukan 1  bungkus plastik transparan berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 51,28 gram.

Tidak sampai disitu, atas kejelian petugas, dari lokasi yang sama dari atas asbes tersebut, juga ditemukan dua bungkus buntalan plastik panjang warna putih yang  didalam nya berisi narkotika jenis sabu dengan  berat kotor 192,35 gram.

Selain itu, turut disita 1  buah kantong plastik warna hijau, 1 buah tas sandang warna cokelat 2 buah kertas putih, 2 buah timbangan digital dan 1  unit HP merk Samsung warna hitam.

Tersangka mengakui, bahwa sabu seberat 51,28 gram merupakan miliknya, namun terhadap sabu yang beratnya 192,35 gram itu bukan miliknya dan ia nya mengatakan, bahwa itu merupakan milik lelaki yang berinisial W.

"Punya si W itu pak, bukan punyaku. Aku dan W ini merupakan kurir aja pak. Bos kami adalah si R dan semua sabu- sabu ini selalu kami hantar ke daerah Bagan Batu, Rriau. Pasarannya ya ke daerah Riau dan pemesanan dari sana paling sikit kami hantar 100 gram, “akui Hendra Tarigan kepada petugas.

Kapolres mengatakan, bahwa kini tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Satres Narkoba untuk dilakukan penyidikan  lebih lanjut.

Penulis: ferry. Editor: gun.