HETANEWS

Golfrid Dikenal Sosok yang Gigih Bekerja, Ini Penuturan Temannya Soal Teror Sebelum Meninggal

Golfrid Siregar aktifis Walhi Sumut

Medan, hetanews,com - Kabar duka menyelimuti Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), setelah salah seorang advokat mereka, Golfrid Siregar ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Fly Over Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Medan, pada Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang tukang becak yang melintas dan segera dilarikan ke RS Mitra Sejati. Karena kondisi korban parah akhirnya dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan dan tiga hari setelahnya meninggal dunia.

Kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Kepala korban mengalami luka serius seperti dipukul keras dengan senjata tumpul.

Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti. Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet dan cincin raib.

Baca juga: Sempat Hilang dan Ditemukan Tak Sadar, Aktivis Walhi Sumut Golfrid Siregar Meninggal

Fakta-fakta ini menunjukkan Golfrid tidak hanya menjadi korban kecelakaan lalu lintas biasa. Ada indikasi dia menjadi korban kekerasan oleh oknum dengan motivasi tertentu.

Direktur WALHI Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan bahwa kabar kecelakaan korban baru didapat WALHI pada Jumat (4/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah diberikan info oleh teman-teman Golfrid yang sudah terlebih dahulu berada di RSUP Haji Adam Malik Medan.

"Teman Golfrid telepon saya, lalu saya kabari ke teman-teman di kantor. Jadi rentan waktu dari kejadian sampai kita dapat informasi Golfrid kecelakaan, tidak ada dapat update apa-apa. Kita tahunya, dia sudah di RS Adam Malik dalam kondisi kritis," kata Dana, Senin (7/10/2019).

"Saya terakhir komunikasi sudah agak lama sekitar 2 bulan lalu. Saat itu kami berkabar soal penyampaian memori kasasi ke Pengadilan Tinggi," sambungnya.

Soal adanya dugaan teror sebelum Golfrid meninggal, Dana mengaku belum ada mendapat info tersebut.

"Kita di WALHI tidak ada di teror. Kalau ke dia, siapa tahu dia tidak sampaikan kita tidak tahu. Tapi mungkin habis penguburan kita bisa cari tahu dari istrinya apakah ada ancaman-ancaman seperti itu hadir kerumah. Tapi kalau ke kantor, dia tidak pernah bercerita dan mengeluhkan hal seperti itu," sebutnya.

Dana bercerita bahwa semasa hidup sosok Golfrid merupakan orang yang sangat gigih dan fokus ke pekerjaan. Golfrid juga tekun dengan apa yang dikerjakan.

Kalau kehidupan pribadi memang WALHI kurang dapat informasi soal dia. Karena itu privasi mungkin buat dia.

"Tapi kalau kerjaan dia gigih dan fokus dengan apa yang dikerjakan," tuturnya.

"Golfrid jadi kuasa hukum WALHI sejak tahun 2016 dan sampai akhir hayat Golfrid masih berstatus sebagai kuasa hukum WALHI. Terkait dengan kasus yang ditangani WALHI," jelas Dana.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.