Siantar, hetanews.com - Festival of Light yang saat ini berlangsung di Lapangan Farel Pasaribu, Kota Siantar, mendapat protes dari warga sekitar.

Pasalnya, warga sekitar tidak lagi leluasa ketika melakukan aktivitas olah raga, Minggu (6/10/2019).

Ucok (42), sapaan akrabnya, salah satu warga yang memperotes Festival of Light tersebut, lantaran pihak pengelola festival memasang pagar besi hingga mengeliling lapangan.

"Pihak pengelola seharusnya menyisakan sedikit lapangan untuk warga berolah raga. Dari dulunya kan, lapangan Farel Pasaribu ini dipakai warga untuk berolah raga, setiap sorenya. Ok lah, main bola tidak bisa, karena lapangan dipakai. Yang olah raga lari kan ada. Ini mau lari (Joging) pun tidak bisa karena dipagari," ujar Ucok kesal.

"Pengelola festival lampu-lampu itu seharusnya memikirkan warga yang setiap harinya olah raga di Lapangan Farel Pasaribu ini, jangan mau cari untung aja," kata Ucok lagi.

Baca juga: Untuk Air Mancur Menari, Lapangan Farel Pasaribu 'disewakan' Rp 1 Juta Per Hari

Sementara itu, warga lainnya, bermarga Pasaribu juga mengaku sudah beberapa hari ini, tidak berolah raga lari sore, karena ada Festival of Light yang menggunakan Lapangan Farel Pasaribu.

"Yaa, cemana mau olah raga, hampir semua lapangan dipakai. Kalau bisa, lintasan untuk olah raga lari tidak dipagar lah," ucap warga.

Sekadar diketahui, upah sewa lapangan tersebut Rp 1 juta per harinya. Kegiatan tersebut pun telah memperoleh izin dari Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar.