HETANEWS

iOS 13.1 Beri Batasan pada Sejumlah Charger Nirkabel

Apple iOS 13.2 dilaporkan memberikan batasan daya sebesar 5W pada charger nirkabel.

Jakarta, hetanews.com -  Menurut laporan terbaru, Apple iOS 13.2 memberikan batasan daya sebesar 5W pada sejumlah perangkat pengisi daya baterai nirkabel. Permasalahan ini mempengaruhi alat pengisian daya nirkabel dengan dan tanpa sertifikat dari Apple.

 
Dan menurut sejumlah laporan lain, charger nirkabel Qi dari Belkin, Mophie dan Anker tidak terdampak oleh permasalahan ini. Kini, ChargerLab melaporkan bahwa dengan iOS 13.1, Apple hanya mendukung pengisian nirkabel 7.5W untuk alat yang mendukung regulasi voltase frekuensi tetap yang direkomendasikan oleh Apple.

 
Hal ini berarti bahwa bahkan lini iPhone 11 baru yang mendukung perangkat pengisian daya nirkabel cepat 10W hanya dapat menerima input daya sebesar 5W dari alat berdaya 7.5W yang didukung oleh iOS 13.

Pada tahun 2017 lalu, Apple menghadirkan alat pengisian daya nirkabel 5W untuk lini perangkat iPhone 8, 8 Plus dan iPhone X. Kemudian dengan perilisan iOS 11.2, model tersebut dapat memanfaatkan daya lebih besar yaitu 7.5W dengan charger nirkabel bersertifikasi Apple.

 
Lini iPhone XS dan iPhone 11 baru akan dapat menerima daya sebesar 10W dari alat pengisian daya nirkabel yang tepat. Sebelumnya, Laporan karya analis Ming-Chi Kuo mengklaim bahwa penerus iPhone SE akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2020.

 
Laporan ini selaras dengan laporan lain yang beredar pada bulan September lalu. Menurut laporan Kuo, ponsel yang dirumorkan mengusung nama iPhone SE 2 ini akan hadir dengan harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga iPhone 11 seharga USD699 (Rp9,9 juta).

 
Selain itu, smartphone ini juga disebut akan didukung prosesor A13 dan RAM 3GB dalam bodi serupa iPhone 8. Analis ini juga memprediksi bahwa Apple akan menjual sebanyak 30 hingga 40 juta unit selama tahun 2020 mendatang.

 
Sementara itu, peneliti bernama axiOmX menemukan eksploit iOS yang berpotensi untuk memungkinkan pembobolan permanen dan tidak dapat diblokir pada ratusan juta iPhone. Eksploit bernama checkm8 ini merupakan kerentanan bootrom dan dapat memberikan akses mendalam ke perangkat iOS.

 
Akses pada level lebih tinggi ini menyebabkan eksploit ini tidak dapat diblok atau diperbaiki via patch update software. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pengembangan terbesar dalam komunitas peretas iPhone selama beberapa tahun terakhir.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.