HETANEWS

Bentrokan Ekuador Berlanjut, 350 Demonstran Ditangkap

Demonstran membakar sejumlah benda di Quito, Ekuador, 3 Oktober 2019. (Foto: AFP)

Quito, hetanews.com - Bentrokan di sejumlah kota di Ekuador berlanjut ke hari kedua pada Jumat 4 Oktober. Bentrokan antar demonstran dan petugas keamanan ini terjadi di tengah gelombang protes terkait pemangkasan subsidi bahan bakar minyak.

 
Menurut data Kementerian Dalam Negeri Ekuador, dilansir dari laman BBC, Sabtu 5 Oktober 2019, sekitar 350 orang telah ditangkap dalam bentrokan. Mereka semua ditangkap atas aksi penjarahan dan kekerasan.

 
Otoritas Ekudaor mengatakan 28 polisi terluka dalam bentrok, dan sekitar 12 kendaraan mereka juga hancur diserang massa. Sebuah kantor pemerintahan dikabarkan dirusak sekelompok pedemo.

Sebagian besar aksi protes terbaru terjadi di ibu kota Ekuador, Quito, dan juga kota Guayaquil. Di dua kota tersebut, massa membakar ban dan menjadikannya semacam barikade di sejumlah ruas jalan.

 
Presiden Ekuador Lenin Moreno menegaskan dirinya "tidak akan mau bernegosiasi dengan kriminal" terkait subsidi BBM. Ia juga menegaskan tidak akan membatalkan keputusannya mencabut subsidi BBM, yang telah berlaku di Ekuador selama empat dekade.

 
"Kami tidak akan bernegosiasi dengan kriminal," tutur Moreno, pria 66 tahun yang menjabat pada 2017, dalam sebuah rapat kabinet.

 
Ia mengklaim sebagian besar masyarakat Ekuador mendukung "keputusan beraninya" dalam memangkas subsidi BBM. "Saya sangat senang dengan respons masif mayoritas warga," tutur Moreno.

 
Moreno mengatakan subsidi BBM, yang menelan anggaran hingga USD1,3 miliar atau setara Rp18,3 triliun per tahun, tidak lagi memungkinkan untuk diteruskan.

 
Penghapusan subsidi BBM, yang mulai diberlakukan di Ekuador di era 1970-an, adalah bagian dari usaha Moreno dalam meningkatkan perekonomian dan mengurangi utang negara.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.