HETANEWS

Turki Segera Luncurkan Operasi Militer Ketiga di Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Ankara, hetanews.com - Pemerintah Turki akan meluncurkan operasi militer darat dan udara di Suriah dalam dua hari ke depan. Operasi dilakukan di sebuah wilayah kekuasaan milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat, namun dianggap Turki sebagai teroris.

 
"Kami telah melakukan persiapan. Kami juga telah memfinalisasi rencana operasi," tutur Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah acara partai AKP, dikutip dari laman DW, Sabtu 5 Oktober 2019.

 
"Jalannya operasi akan berlangsung di darat dan udara," sambung dia. Operasi ini akan berlangsung di wilayah timur dari Sungai Efrat.

Operasi militer ini akan menjadi intervensi pertama Turki di kawasan sejak Ankara dan Washington sepakat membentuk "zona aman" di perbatasan Suriah. Saat menyepakatinya dengan AS, Turki menegaskan zona aman tersebut harus bebas dari milisi Kurdi YPG.

 
Erdogan telah menetapkan tenggat waktu hingga akhir September agar zona aman sepanjang 30 kilometer itu dibentuk. Ia menegaskan bahwa Turki akan "dipaksa" mengambil langkah militer demi keamanan nasional jika zona aman itu tak kunjung berdiri.

 
Ankara telah menuduh Negeri Paman Sam terlalu lamban dalam membentuk zona aman. Sejauh ini, zona aman belum juga dibentuk karena AS dan Turki -- dua anggota NATO -- belum menyepakati perihal luas dan siapa yang akan mengatur kegiatan operasional di wilayah tersebut.

 
Turki adalah rumah bagi lebih dari 3,6 juta pengungsi asal Suriah. Namun belakangan, publik Turki mulai menentang kehadiran mereka.

 
Ankara ingin milisi YPG menjauh dari perbatasan, dengan mengatakan bahwa grup tersebut adalah "teroris" pecahan dari Partai Pekerja Kurdi.

 
Namun YPG adalah salah satu mitra utama pasukan AS dalam melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.
 
Militer Turki telah dua kali meluncurkan operasi militer di Suriah. Operasi pertama dilakukan dalam menghadapi ISIS pada 2016, dan yang kedua terhadap YPG dua tahun setelahnya.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.