HETANEWS

Strategi BNN Ofensif Tangani Penyelundupan Narkoba

Ilustrasi narkoba--Medcom.id

Jakarta, hetanews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengedepankan strategi ofensif daripada defensif untuk memberantas peredaran narkoba. Terlebih, 90 persen penyelendupan narkoba dilakukan melalui jalur laut.

"Kita melakukan upaya-upaya ofensif. mengejar mereka," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Sulistyo Pudjo kepada Medcom.id, Jumat, 4 Oktober 2019

 
Pudjo mengatakan strategi ofensif ini dengan mengejar pengedar sebelum barang haram itu berhasil masuk tersebar ke Indonesia. BNN mengejar pengedar sejak dari perbatasan-perbatasan dengan menggandeng pemerintah maupun organisasi internasional.

Strategi ofensif ini, kata Pudjo, lebih efektif ketimbang BNN hanya fokus mengawasi pelabuhan atau pantai. Sebab, garis pantai Indonesia merupakan yang terpanjang kedua di dunia dengan total panjang 99.093 kilometer. Sementara personel BNN jumlahnya terbatas.

 
BNN melakukan segala cara untuk memberantas pengedaran narkoba. Selain kerja sama dengan dunia internasional, BNN juga turut menerapkan tekonologi dalam mengejar pengedar narkoba.

 
"Semua cara kita pakai. baik human intelijen, maupun menggunakan IT," ujarnya.
 
Strategi ini, kata Pudjo telah berhasil mengungkap sejumlah kasus penyelundupan narkoba. Termasuk kasus kelas kakap.
 
"Strategi yang dicanangkan Bapak Heru Winarko (Kepala BNN), kita menjaga Indonesia mulai dari negara-negara tetangga. Itu sukses, banyak sekali penangkapan narkotika 2,6 ton sabu di Malaysia, itu ternyata satu jaringan dengan yang ditangkap di Indonesia," tuturnya.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.