HETANEWS

Jaksa P-19 Berkas 2 Oknum PNS Penyebar Video Porno

Kasi Pidum Kejari Simalungun, Irvan Maulana SH. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Masih ingat dengan pemberitaan hetanews.com, beberapa waktu lalu, terkait 2 PNS, jadi tersangka diduga menyebarkan video mesumnya hingga beredar luas, di masyarakat.

"Pasca tersebar luasnya video konten pornografi di kalangan masyarakat, pihak Polres Kabupaten  Simalungun, akhirnya menetapkan satu pasang bukan suami istri, yakni, Sekretaris Desa (Sekdes) Pematang Gajing, berinisial BH (42) dan Staf Kecamatan Gunung Malela, LS (40), sebagai tersangka, Senin (15/7/2019), lalu.

Berkas tersebut, sudah diterima Kejari Simalungun dan menetapkan Jaksa Julita Nababan, sebagai JPU-nya. Sudah hampir 3 bulan, sejak keduanya ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Kini jaksa mengembalikan berkas ke Polres (P-19).

Demikian dikatakan Kasi Pidum, Irvan Maulana SH yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/10/2019), di ruang kerjanya.

"P-19 karena ada petunjuk jaksa yang harus dipenuhi penyidik untuk menguatkan dasar penuntutan nantinya," kata Irvan, dan Polres belum mengirim kembali berkasnya.

Baca juga: Buat Video Mesum Hingga Tersebar Luas di Masyarakat, Dua ASN Simalungun Jadi Tersangka

Jika berkas sudah diserahkan dan lengkap, maka kita akan melayangkan P-21, sehingga tersangka dan barang bukti juga dapat diserahkan untuk segera disidangkan, jelas Irvan.

Secara singkat, Irvan memaparkan tentang perbuatan kedua PNS itu yang diduga melakukan penyebaran video mesum tersebut. Perbuatan mesum yang dilakukan keduanya, direkam oleh  BH sendiri, melalui telepon genggam miliknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai keterangan yang disampaikan Kaplores Simalungun, AKBP Liberty Panjaitan, "Videonya banyak, sudah berlangsung 10 tahun. Si pria (BH) yang meminta agar adegan mesum itu direkam," jelasnya seraya menyampaikam, video mesum tersebut, terakhir kali direkam, pada 13 Juni 2019, lalu.

Si pria sengaja mengekspos dan mempertontonkan dan kedua tersangka sudah berkeluarga," ujar Kapolres kala itu.

Selain mengamankan dan menetapkan tersangka, polisi juga menyita barang bukti, berupa dua unit handphone merk Oppo, flashdisk, kasur hingga pakaian yang dikenakan keduanya saat didalam video tersebut.

Menurut Pidum, untuk sementara, kedua tersangka, dijerat dengan Pasal 34 dan 35 Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.

Penulis: ay. Editor: gun.