HETANEWS

Konfrensi LWF Asia di Kota Pematangsiantar Mendorong Perdamaian Antar Umat Beragama

Pdt Dr Martin Junge [kedua dari kanan] didampin Panitia Konfrensi Lutreran World Federation se-Asia.

Siantar, hetanews.com - Konferensi Gereja Lutheran se Asia mendorong perdamaian antar umat beragama. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Lutreran World Federation (LWF), Pdt Dr Martin Junge, saat membuka Konferensi Pemimpin Gereja Lutheran Asia di Hotel Sapadia, Kota Pematangsiantar, Jumat (4/10/2019).

Didampingi Ketua Panitia Pdt Dr Batara Sihombing MTh, Pdt. Martin Junge meyampaikan tujuan dirinya menghadiri Konfrensi LWF Asia.

“Saya disini menghadiri Konfrensi LWF Asia. Peserta yang hadir dari Asia untuk saling menguatkan dan saling mendorong. Mengadirkan perdamaian antar pemeluk agama,” jelasnya.

Lebih lanjut disebutkan, Gereja-gereja Lutheran mempunyai salah satu visi untuk mengadirkan damai. “Perdamaian komitmen iman bagi kami Lutheran,” tegasnya.

Gereja Lutheran saat ini terdiri dari 140 gereja yang tersebar di 99 Negara. Sedangkan, jemaaat yang bergabung saat ini ada 75 juta jiwa.

“Kami hadir untuk saling mengungatkan satu dengan yang lain. Untuk menghadirkan perdamaian antar umat beragama di dunia,” terangnya.

Selain itu, Martin juga menyampaikan, pentingnya melakukan gerakan secara bersama untuk mencapai perdamaian. Karena itu, kata dia, harus pula di dorong dari dalam gereja. 

“Gereja Lutheran ada untuk menghadirkan perdamain. Bukan hanya untuk jemaat gereja tetapi untuk semuanya,”tuturnya.

Dijelaskanya, saat ini, dunia memang hidup dalam zaman yang banyak terjadi konflik dimana-mana. Karena itu, konferensi gereja Lutheran dapat mengambil peran menghadirkan kenyamanan dan perdamaian itu.

“Kami mendorong dan mengajak berdamai dalam kehidupan sehari-hari. Warga gereja harus bisa sebagai pelaku perdamaian. Itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang berguna,” ujar Martin.

Ia juga mengapresiasi gereja-gereja Lutheran yang ada di Asia yang turut serta mendorong perdamaian. Ia merasa senang dengan peran gereja untuk menghadirkan perdamaian antar umuat beragama. 

“Saya secara pribadi melihat gereja di Asia turut andil dalam menghadirkan perdamaian,” imbuhnya.

Martin menambahkan, bahwa peserta konfrensi diharapkan berbagi informasi tentang apa yang sudah dilakukan di Negara masing-masing. Dengan demikian, konferensi ini akan menghasilkan buah pemikiran dan konsep dalam membangun perdamaian.

“Setelah konferensi ini, maka kita harapkan para peserta akan membawa dan mempromosikan konsep perdamaian dan berkeadilan di gereja tempat mereka dan Negara masing-masing. Itulah yang menjadi tujuan konferensi ini, menghadirkan perdamaian antar umat beragama di dunia,” tutupnya.

Konferensi gejera Lutheran se Asia ini akan berlasung sampai tanggal 8 Oktober 2019. Perdamaian antar umat beragama dan bersahabat dengan lingkungan adalah tema yang diusung dalam konferensi ini.

Baca juga: Kota Siantar Menjadi Tuan Rumah Konfrensi Gereja Lutheran Se Asia

Penulis: gee. Editor: edo.