HETANEWS.COM

Hanya 1 Kursi di DPRD, Syamsul Qodri Marpaung dan 15 Balon Bupati Lainnya Bersaing Dapatkan 'Restu' dari PKB Asahan

Ketua DPC PKB Asahan, Ustaz H Mas'ad Mahdi (ketiga dari kiri), Anggota DPRD Asahan, Ustaz Abd Razak (kedua kiri) bersama pengurus lainnya diabadikan usai menerima pengembalian berkas dari balon Bupati, Syamsul Qodri Marpaung (keempat dari kanan). (Foto: Indra Skb).

Asahan, hetanews.com - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Asahan nampaknya tak ingin 'ketinggalan gerbong kereta'. Setelah 2 kali mengikuti pemilu tanpa mendapat kursi, akhirnya pada pileg kali ini, partai besutan almarhum Gusdur itu mampu memecah 'kebuntuan' dengan mengamankan 1 kursi di dewan.

Ketua DPC PKB Asahan, Ustaz H Mas'ad Mahdi mengatakan, pencapaian partai pemenang ke 5 Pemilu 2019 ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata dan dianggap remeh.

Menurutnya, PKB yang dikomandoi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat ini telah bangkit dan berdiaspora ke seluruh pelosok negeri guna menyerap dan menampung aspirasi yang ada di tengah-tengah masyarakat.

"Walaupun kami (DPC, red) hanya mendapat 1 kursi, ini merupakan pencapaian dan anugerah yang patut disyukuri, karena kami menyadari, bahwa jabatan ini adalah amanah rakyat, khususnya dari Kecamatan Sei Dadap dan Air Batu," ujar pria yang juga pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah Asahan ini.

Dijelaskannya lagi, PKB Asahan hari ini, sedang 'concern' merekrut balonkada. Benar saja, hingga Kamis (4/10/2019) pukul 00:00 WIB, 16 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi telah mengembalikan berkas pencalonan ke sekretariat yang berada di jalan Latsitarda Nusantara VIII Kisaran tersebut.

"Sampai batas akhir pendaftaran, 16 orang bakal calon telah mengembalikan berkas ke kantor kami. Selanjutnya kami akan memeriksa kelengkapan administrasi untuk selanjutnya diteruskan ke DPW PKB di Medan untuk kemudian dilakukan uji kelayakan dan kepatutan," ujarnya.

Terpisah, Syamsul Qodri Marpaung yang juga telah menyerahkan berkas pencalonan dirinya ke PKB Asahan mengaku siap mengikuti aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan partai yang lahir dari semangat juang para kiai-kiai Nadhlatul Ulama (NU) pada 23 Juli 1998 silam ini.

"Yang pasti sampai saat ini, kita tetap berbaik sangka dan menghargai apa yang telah diterapkan internal PKB. Mengenai prasyarat harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, saya pribadi menyatakan siap dan bersedia", ucap pria yang akrab disapa Ustaz Qodri ini.

Selain itu, eks Anggota DPRD Sumut ini, juga berharap, agar kiranya PKB Asahan dapat menjadi penyeimbang dan mampu memberikan kontribusi positif pada gelaran Pilkada 2020 nantinya.

"Walaupun hanya 1 kursi di daerah, saya yakin PKB saat ini adalah partai yang sangat diperhitungkan dikancah perpolitikan Nasional, mengingat PKB ini mampu menembus 5 besar perolehan suara pada pemilu April 2019 yang lalu,"pungkasnya saat dihubungi hetanews.com, Jum'at (4/10/2019) pagi.

Penulis: rendi. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan