HETANEWS

Viral di Dairi, Abang Seret Adik Perempuannya di Aspal

Tangkapan layar video viral.

Dairi, hetanews.com - Sebuah video kekerasan seorang abang/kakak terhadap seorang perempuan diketahui merupakan saudara perempuannya sendiri viral di media sosial facebook. Sang kakak menyeret adiknya di aspal untuk diajak pulang.

Cara keji sang kakak belakangan diketahui berinisial EH (26) beredar luas dalam video berdurasi 46 detik yang diposting akun Putri Hasibuan. Menurut Putri peristiwa ini terjadi di Desa Tiga Baru Sikoning, Kabupaten Dairi, Sumut.

Aksi keji Edison terhadap RH (18), adiknya direkam lewat handphone pemilik akun. Putri dalam penjelasannya mengatakan Edison menyeret adiknya untuk pulang ke rumah mereka.

Keganasan sang kakak menurut Putri tak cukup hanya menyeret adiknya, melainkan juga melakukan pemukulan dan tamparan terhadap RH.

Hingga kini unggahan Putri direspon dan dbagikan 2.500 kali dan mendapat ribuan komentar berisi kegeraman dari netizen.

Marah Karena Tak Permisi

Kapolsek Sumbul, AKP Rahman Siregar mengatakan, kasus tersebut sudah ditangani pihaknya. TKP, kata Rahman, benar ada di Tigabaru, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi.

Personel Bhabinkamtibmas setempat, lanjutnya, telah menyambangi rumah abang-adik tersebut guna memediasi.

"Laporan belum ada. Kalau mediasi, sudah. Mereka abang beradik," ujar Rahman via seluler kepada Tribun Medan, Kamis (3/10/2019) siang.

Rahman mengatakan, pihaknya sedang menunggu kedatangan orangtua dari abang-adik tersebut dari Pekanbaru, Provinsi Riau, untuk pengambilan tindakan lebih lanjut

Disinggung soal latar belakang dan kronologis kejadian, Rahman mengatakan hal itu belum didalami.

"Sementara, karena si abang marah terhadap adiknya. Marahnya kenapa? Belum tahu. Soalnya, hal itu belum kita dalami. Itu masalah internal keluarga. Kita baru bisa dalami kalau ada laporan," ujarnya.

Sementara itu, Kapospol Tigabaru, Aiptu Muara Sihombing yang dihubungi setelahnya mengungkapkan, sang abang bernama Edison Hutahaean (26), sedangkan sang adik berinisial RH (18).

Dikatakan Muara, Putri Hasibuan ialah teman dekat RH. Saat dimediasi, RH tidak mau bicara banyak soal penyebab ia muak kepada abangnya dan ingin cepat-cepat kembali ke rumah orangtuanya di Riau.

Kepada petugas, Edison Hutahaean mengaku tega menyiksa adiknya karena marah, adiknya belum permisi padanya.

RH, yang hanya sempat mengenyam pendidikan sampai bangku SMP saja ini, lanjut Muara, sudah diamankan hingga orangtua mereka datang.

"Kita amankan, karena dia (RH-red) takut dan kita juga khawatir bakal dipukuli lagi sama abangnya. Orangtua mereka kabarnya sudah tiba di Medan dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju sini," ungkap Muara seperti diwartakan Tribun Medan.

Berikut postingan lengkap Putri Hasibuan:

"Seorang Abng sadis terhadap adiknya.

Adikk ini umur 18 tahun.....

Adeknya di pukkuli,di tampari,di tunjang, dan di seret"di rumah kami.

Adekknya hanya minta pulang aja ke tempat ortunya namun siabang gk ngizinin.

Adekknya maksa harus pulang namun abng nya tetap gk mau!jadi adekni dtng ke rumh mau mintol agar cepat"ortunya ngirim uang biar ada ongkosnya pulang ke p.baru!

Tiba"abng nya tau adekk ni di rumah ku,dan abng nya pun gk segan"masuk ke rumah ku.

Sambil membawa kayu semacam bambu untuk memukul adeknya iini,stlah tau adekni abngnya dtng,adekni pun mau lari padahal gk bisa lagi.abang nya langsung memukul li,menampari,

Aku pun terkejut dan takut,bpakku pas di kamar,stelah bapakku dengar adekki nangis"

Bapakku pun kluar dri kmr,dan bpa ku pun bilng ama abng ini,jangan kau menyiksa adekkmu,kau pun bisa ku lapor!

Trus abang ini jawp bapa...

Diam kau amang gk urusan mu ini?

Mau ku matikan pun adekku sukaku hak ku nya ini, urusanmulah,urusih.jadi bpa pun bilang klw mau kau siksa adekmu siksalah di rumahmu,jangan di rumah kami,nanti knp"adekmu kami yg kena,karna adekmu kau sikksa di rumh kmi.

Trus adeknya di paksa abngnya pulang,adeknya gk mau,sangking ganasnya abng ini,di seret"lah adekk ini sampe ke rumahnya,sambil di tunjangin.

Kejadian tdi sore jam 5 hari rabu
Kap.Dairi(tiga baru/sikoning)"

Penulis: tim. Editor: bt.