Siantar, hetanews.com – pihak Polres Kota Pematangsiantar, menggelar konferensi pers, kasus pembunuhan yang menewaskan, Viky Erwanto Damanik alias Uwan Damanik (39), driver Ojek Online (Ojol), yang ditikam tujuh liang, di Jalan Cokro, tepatnya di warung milik Pak Jamal, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (3/10/2018) siang.

Dari penjelasan Kabag Ops Polres Siantar, Kompol Biston Situmorang yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Nur Istiono menyampaikan, pelaku bernama, Suheri Sihombing (29), warga Jalan Pane, Kelurahan Bekun Sayur, Kecamatan Siantar Timur.

"Dari keterangan pelaku saat diinterogasi, melakukan pembunuhan setelah mendapat bisikan gaib, hingga menghilangkan nyawa orang lain,"ujar Kompol Biston Situmorang saat konfrensi pers.

Dijelaskannya lagi, penangkapan pelaku, dipimpin langsung oleh Kanit Jatanras, Iptu Yuken Saragih.

"Pelaku ditangkap di Jalan Merdeka, didalam GOR, Selasa (1/10/2019) siang, setelah dibuntuti. Selanjutnya, tim melakukan pengembangan ke rumah pelaku, mencari barang bukti dan menemukan sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban," ujarnya kembali.

Diungkapkan kembali oleh Kasat Reskrim, Iptu Nur Istiono, motif dalam kasus pembunuhan itu karena pelaku mendapat bisikan gaib dan merasa tersinggung karena ucapan korban.

Baca juga: Ditangkap Polisi, Pembunuh Uwan Damanik Pernah Jadi Satpam di Sekolah

"Tidak ada masalah sebelumnya antara pelaku dan korban, bahkan tidak saling kenal. Pelaku mendapat bisikan, bahwa "Korban menyebut kumatikan mata pencarianmu" dan pelaku tersinggung," terang Nur Istiono.

Terkait pisau yang digunakan pelaku tersebut, selalu dibawa pelaku saat bepergian keluar rumah.

"Hal ini tidak direncanakan sebelumnya. Terjadi penikaman saat pelaku membayar makanan yang dipesan olehnya," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Suheri Sihombing yang merupakan mantan Satpam di Sekolah Kalam Kudus, Jalan Sabang Marauke ini diganjar Pasal 338 atau 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.