HETANEWS

Terkait Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2016 Akan Dituntaskan Kejari Simalungun

Kajari Simalungun, Irvan Paham PD Samosir SH MH. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Kajari Simalungun, Irvan Paham PD Samosir SH MH, memberi penjelasan, terkait dugaan korupsi Dana Desa (Dandes) TA 2016, yang melibatkan Pangulu Bandar Pulo dan Pangulu Dolok Ulu.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat,  tidak ada ditemukan kerugian Negara, terkait dugaan korupsi Dana Desa  TA 2016, di Nagori Bandar Pulo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.      

" Setelah eksposs di Kejatisu, kita  serahkan ke Inspektorat Simalungun, guna menghitung kerugian negara. Hasilnya,  Inspektorat Simalungun menyatakan, dalam penggunaan Dana Desa di Bandar Pulo untuk pembangunan fisik yakni rabat beton berbiaya Rp 500 juta telah digunakan semestinya, bahkan kekurangan biaya ditambah dari kas desa, karena kurang sekitar 20 atau p30 juta. Jadi ini bukan kerugian Negara, melainkan kesalahan administrasi,"jelas Irvan didampingi Kasi Intel, Rudi Sagala SH MH.

Sedangkan terhadap Pangulu Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, berinisial SU, sudah ditindaklanjuti tim jaksa.  SU juga telah mengembalikan kerugian negara sekitar 25 juta. "Tapi bukan berarti perkara atas dirinya dihentikan,"kata Irvan.       

Sebelumnya, Kedua oknum pangulu itu juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan bersama sejumlah  saksi,  seluruh panitia  dan pengusaha matrial maupun toko yang terlibat dalam pekerjaan fisik(bangunan) atau non fisik  (kegiatan pelatihan) yang menggunakan Dana Desa tersebut, jelas irvan.       

Pangulu Bandar Pulo,  Robin Sugianto Silalahi  dan SU, merupakan 2 dari 30  pengulu yang diadukan yang diduga melakukan penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa TA 2016 senilai Rp.600 juta.          

"Tim penyidik akan melalukan ekspos pekan depan dalam kasus Pangulu SU. Sementara penanganan kasus Pangulu Bandar Pulo akan  diusulkan untuk dihentikan,"ungkap Kajari.

Penulis: ay. Editor: gun.