HETANEWS

Disebut Bisa Jangkau AS, Rudal DF-41 Tiongkok Jadi Sorotan

Rudal DF-17 yang dibawa oleh kendaraan militer, dipamerkan dalam parade militer di Lapangan Tiananmen, di Beijing, pada 1 Oktober 2019, untuk memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. ( Foto: AFP / GREG BAKER )

Beijing, hetanews.com - Rudal balistik antarbenua Dongfeng-41 (DF-41) buatan Tiongkok menjadi sorotan pengamat dan ahli persenjataan dunia karena disebut dapat menjangkau wilayan Amerika Serikat (AS).

Rudal tersebut ditampilkan perdana pada parade militer peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Selasa (1/10/2019).

Rudal DF-41, sebagai generasi selanjutnya dari rudal balistik antarbenua (ICBM), dengan jangkauan terpanjang di dunia antara 12.000 kilometer hingga 15.000 kilometer, dan diperkirakan mampu menyerang titik mana pun di wilayah Amerika Serikat dalam waktu kurang dari 1 jam.

Rudal itu juga dapat membawa muatan lebih berat dari 10 hulu ledak dibandingkan DF-31AG. Berdasarkan pengamat persenjataan di Pusat untuk Studi Strategi dan Internasional (CSIS), rudal balistik DF-41 dinilai mampu menyerang benua AS dalam kurun 30 menit.

Senjata canggih lainnya yang dipamerkan adalah rudal hipersonik DF-17, yang oleh para pakar dinilai akan sulit dilawan oleh AS. Rudal baru tersebut juga dianggap ancaman bagi stabilitas kawasan karena kecepatannya membuat waktu yang jauh lebih sedikit untuk menentukan jadi atau tidaknya penembakan nuklir.

“DF-17 juga dimungkinkan terbang pada ketinggian jauh lebih rendah sebelum menembakkan hulu ledak, sehingga semakin sulit untuk dideteksi dan disadap,” kata rekan senior dan analis militer Carnegie Tsinghua Center, Tong Zhao.

Pertunjukan senjata-senjata besar yang dikembangkan Tiongkok ini, menonjolkan perkembangan Tiongkok di bawah Presiden Xi Jinping.

Selama parade yang berdurasi 80 menit, Xi terlihat melambaikan tangan ketika senjata dan peralatan terbaru itu diarak di Lapangan Tiananmen Beijing. Ikut hadir di panggung bersama Xi adalah mantan pemimpin Tiongkok, Hu Jintao dan Jiang Zemin.

Senjata lainnya yang ditampilkan adalah rudal JL-2 yang bisa diluncurkan dari kapal selam nuklir dengan kemampuan pencegahan nuklir berbasis laut, serta generasi terbaru rudal-rudal anti-kapal yang disebut YJ-18.

Diperlihatkan pula sistem radar baru dan canggih yang dapat mendeteksi jet-jet dan rudal, serta rudal permukaan ke udara HQ-9B yang mampu mencegat beberapa serangan senjata udara dalam lingkungan elektromagnetik yang kompleks.

Anggaran Militer

Pada 2018, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, anggaran militer Tiongkok mencapai US$ 250 miliar (Rp 3.546 triliun). Sebagai perbandingan, AS menghabiskan US$ 649 miliar (Rp 9.212 triliun) dalam periode yang sama.

Panitia parade militer, Tan Min, mengatakan seluruh senjata yang ditampilkan merupakan buatan dalam negeri dan aktif, dilengkapi teknologi canggih untuk akurasi serangan lebih baik. Parade militer besar yang dihadiri 188 atase militer dari 97 negara itu, pertama kalinya juga memperlihatkan drone besar WZ-8. Kendaraan pengintai tanpa awak itu berpotensi dikerahkan oleh pesawat.

Selain itu, kendaraan-kendaraan penyerang anti-teroris dan kendaraan lapis baja anti-huru hara dari Unit Komando Falcon juga dikerahkan ke lapangan. Kendaraan militer itu terutama dipakai untuk menindak terorisme dan kekerasan, serta menangani keadaan darurat dan kerusuhan.

Parade itu juga menampilkan generasi terbaru dari tank medan perang utama 99A. Menurut kantor berita Tiongkok, Xinhua, seluruh senjata yang ditampilkan dalam parade adalah baru dan semuanya dibuat di dalam negeri.

Sumber: AFP

Editor: tom.