HETANEWS

Pedagang Keluar saat Rapat dengan Direksi PD PAUS, Tarif Kios dirasa Terlalu Mahal

Pasar Hongkong

Siantar hetanews.com - Revitalisasi Pasar Hongkong Jalan Diponegoro ditolak para pedagang. Para pedagang keluar saat pertemuan dengan direksi PD PAUS digelar. Penolakan tersebut diakibatkan tarif per kios dirasa terlalu mahal.

"Semalam pedagang audiensi dengan direksi terpaksa keluar karena tidak ada titik temu," kata Amir Hamzah Harahap saat dihubungi, Rabu (2/10/2019).

Dijelaskannya, pada kesempatan itu yang hadir pada audiensi itu ialah FP3H [Forum Pemegang KIB & Pedagang Pasar Hongkong] dan jajaran direksi PDPAUS. Dari rapat itu tidak ada hasil dan Keputusan dari rapat PD PAUS dan FP3H.

"Tidak sesuai dengan yang kami inginkan. Mereka menurunkan tarif per kios tapi masih tetap tinggi. Satu kios itu permintaan kami Rp 50 ribu lah per bulan atau disesuaikan sama PD Pasar Horas Jaya," ungkapnya

Baca juga: Pedagang Pasar Hongkong Menolak Kenaikan Tarif Kios

Dengan itu, FP3H meminta agar Pasar Hongkong dikembalikan ke statusnya yang lama. Seperti yang diketahui, Pasar atau Pajak Hongkong itu sebelumnya dibawah pengelolaan Dinas Pasar Pemko Pematangsiantar.

Dinas Pasar kini sudah dihapuskan dari kedinasan. Pengelolaan pasar diganti menjadi PD PHJ [Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya].

"FP3H keluar ruangan, walk out saat rapat itu. Karena yang dibicarakan itu merugikan pemegang KIB & pedagang Pasar Hongkong," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dirut PD PAUS Benhart Hutabarat belum memberikan penjelasan mengenai penolakan pedagang terhadap rencana revitalisasi pasar Hongkong. Ditemui Rabu siang di kantornya, Benhart sedang tidak berada diruang kerjannya.

Baca juga: PDPAUS Kelola Pasar Hongkong, Ini Besaran Tarif yang Disosialisasi Ke Pedagang


 

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.