HETANEWS

BI Bentuk Lembaga Kliring Baru

Ilustrasi gedung BI. Foto: dok MI.

Jakarta, hetanews.com Bank Indonesia (BI) membentuk Central Counterparty (CCP) untuk transaksi derivatif suku bunga dan nilai tukar. Lembaga kliring baru ini penting untuk memperkuat proses transaksi di pasar keuangan.

 
Pembentukan lembaga CCP tersebut sudah diterapkan oleh London, Polandia, dan India. Sementara CPP merupakan barang baru di Indonesia.

 
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Agusman mengatakan CCP diperlukan untuk mendukung pengembangan pasar keuangan dengan menurunkan credit risk karena mengambil alih risiko yang dihadapi penjual maupun pembeli dan meningkatkan efisiensi transaksi derivatif.

"CCP barang baru di Indonesia untuk dorong pasar keuangan kuat," katanya dalam media briefing di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

 
Agusman menjelaskan pembentukan CCP diatur melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/11/PBI/2019 tentang Penyelenggaraan Central Counterparty Transaksi Derivatif Suku Bunga dan Nilai Tukar Over the Counter. PBI ini efektif berlaku pada 1 Juni 2020.

 
PBI mengatur persyaratan yang harus dipenuhi oleh lembaga yang ingin menjadi CCP terutama pemenuhan standar internasional suatu lembaga CCP (Principles for Financial Market Infrastructures) dan kewajiban yang harus dipenuhi seperti permodalan, governancedan manajemen risiko.

 
"CCP itu lembaga perannya pengembangan pasar derivatif mengurangi segmentasi, mengurangi interkonektiveness,"ungkap dia.

 
Adapun pembentukan CPP menjadi bagian dari pilar pengembangan Market Infrastructure pada Strategi Nasional Pengembangan dan Pendalaman Pasar Keuangan (SN-PPPK) 2018-2024.

 
Selanjutnya, CPP juga bagian di dalam blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (SPI 2025) dalam memenuhi Financial Market Infrastructures di Indonesia.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.