HETANEWS

Penjual dan Kurir Sabu Diadili Terpisah, Benarkan Dakwaan Jaksa

Dua terdakwa berjalan beriringan, meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Heri Safri (28), warga Bayu Bara, disidangkan terpisah dengan terdakwa Hafiz Faisal Sirait (31), warga Kecamatan Bandar, Selasa (1/10/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Menurut dakwaan jaksa, Dedy Chandra Sihombing, yang dibacakan jaksa, Ade Jaya Ismanto SH, Satres Narkoba Polres Simalungun, saksi Syarif Noor Sholin dkk, lebih dulu, menangkap Hafiz, pada Kamis, 9 Mei 2019 lalu, sekira pukul 03.30 WIB.

Hafiz ditangkap dengan barang bukti, 1/2 gram sabu yang akan diantarkan kepada Ijong (DPO), di Simpang Kuba.

Barang bukti sebanyak itu, baru saja diambil dari terdakwa Heri Safri, di Lima Puluh, Kecamatan Bayu Bara, atas perintah Ijong. Saat ditangkap, Hafiz berusaha membuang sabu. Lalu terdakwa Hafiz, dibawa bersama barang bukti sabu, ponsel dan sepeda motor Supra Fit.

Polisi juga berhasil menangkap terdakwa Heri Safri dari rumahnya. Dari terdakwa Heri, disita kaca pirex, botol aAqua dengan 3 pipet yang menempel dan HP Vivo hitam yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk bertransaksi narkotika jenis sabu.

Tak dapat mengelak lagi, Heri mengakui telah menjual sabu kepada Hafiz, sebagai orang yang disuruh Ijong.

Kedua terdakwa, dijerat jaksa dengan pasal 114 atau pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum menguasai, menyimpan, menjual atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Didampingi pengacara Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa membenarkan dakwaan jaksa dan tidak keberatan.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan SH, menunda persidangan seminggu.

"Untuk pembuktian, mendengarkan keterangan saksi-saksi, sidang ditunda seminggu,"kata Hendrawan sambil mengetuk palu.

Penulis: ay. Editor: gun.