HETANEWS

Hanya Membuka Pagar Bambu, Terdakwa Dituduh Rugikan Korban Rp100 Juta

Terdakwa berjalan beriringan, meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa, Samsir Tarigan (62), warga Panombean Pane dan Desmon Tarigan (35), penduduk Cingkes, Kecamatan Dolok Silau, didakwa mengakibatkan korban rugi Rp.100 juta.

Agenda persidangan, Selasa (1/10/2019) siang tadi,  mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Menurut saksi korban dalam keterangannya, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, pagar bambu, sebatang pohon kopi dan pohon jeruk yang dirusak terdakwa, mengakibatkan kerugian Rp100 juta.

"Jika pohon kopi berusia 10 tahun yang akan datang akan menghasilkan 10 kg kopi/hari, dikalikan 30 hari, dikali harga kopi Rp.30 ribu/kg, jadi kalau 15 tahun hampir Rp100 juta,"seperti yang disebutkan jaksa, Fransiska Marlina, dalam dakwaannya.

"Jangan mengada - ngada lah,berpikir majulah, jangan kolot, cuma gara - gara pagar bambu sampai ratusan juta,"kata hakim, sedikit kesal kepada saksi.

Ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan, juga mengingatkan, agar saksi jangan berlebihan, dan jangan berpikiran kolot.

Kapan lagi negara kita maju, orang sudah pergi ke bulan, kita masih berpikiran seperti ini, katanya.

Sebelumnya, kedua terdakwa dituduh merusak pagar bambu sebagai tiang dengan kawat di sekelilingnya, karena kedua terdakwa tidak bisa masuk ke ladangnya. Lalu keduanya mencabut bambu dan kawat duri milik saksi korban, Janta Erito Sembiring.

Terdakwa juga memotong pohon kopi yang diduga berusia 4 tahun, karena terhalang untuk mendirikan pondok, di ladang terdakwa.

Perbuatan itu, dilakukan terdakwa, pada Jumat, 20 Mei 2019 lalu, di Nagori Cingkes, Kecamatan Dilok Silau.

Keesokan harinya, saat kedua terdakwa membawa bahan bangunan untuk membangun gubuk, pagar bambu berkawat duri sudah berdiri lagi.

Karena terhalang, kedua terdakwa kembali mencabut pagar tersebut dan dilihat saksi korban dari jarak 5 meter. Pagar bambu yang dicabut diletakkan di pinggir agar terdakwa tidak terhalang.

Akibatnya, korban keberatan, dengan rusaknya pagar bambu dan biaya memasang pagar tersebut, serta pohon kopi yang akan menghasilkan, pada 15 tahun yang akan datang. Jaksa pun menjerat keduanya, dengan pasal 170 (2) ke-1 atau pasal 406 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, hakim menunda persidangan hingga seminggu. Persidangan dibantu panitera pengganti, Amriyata Siregar SH, ditutup dan dibuka kembali, pada Selasa mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.