HETANEWS

Ketua Dewan Guru Karate-Do Tako Indonesia: Karateka Harus Memegang Teguh Tri Cita Utama, Berprestasi, Dan Pembawa Damai Ditengah Masyarakat

Seluruh Peserta Berfoto Bersama.(Foto/Dalihannatulonews)

Bogor, hetanews.com - Dasar penyelenggaran Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) berupa “Penghargaan dan Tanda Jasa” ini berdasarkan statuta Dewan Guru perguruan Karate-Do TAKO Indonesia yang berlaku kepada karateka pemegang DAN IV ke atas. Sementara bagi karateka yang berprestasi dalam berbagai kejuaraan hanya berlaku sampai DAN III.

Hal ini dikatakan Ketua Dewan Guru Karate-Do TAKO Indonesia, Ir Effendy Sirait DAN VII pada UKT, Minggu 29 September 2019 pagi, di Ciherang, Puncak, Bogor, Jawa Barat. “UKT bagi karateka berupa penghargaan dan tanda jasa maupun berupa prestasi ini memiliki nilai yang sama. Sejauh memiliki kemauan untuk membangun dan membesarkan perguruan Karate-Do TAKO Indonesia,” katanya.

Untuk itu dia mengingatkan agar para karateka dari perguruan Karate-Do TAKO Indonesia harus memegang teguh prinsip sifat Tri Cita Utama yakni Perkasa (olah raga), Rendah Hati (olah rasa), dan Luhur Budi (olah jiwa), memiliki prestasi ususnya di tingkat nasional maupun internasional, dan pembawa damai di tengah masyarakat. “Ini mutlak dimiliki para karateka perguruan Karate-Do TAKO Indonesia,” serunya.

UKT yang diprakarsai Karate-Do TAKO Indonesia Pengprov DKI Jakarta ini dipanitia Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM (Ketua), Erick Lumbangaol SH (Sekretaris), Yantoni Lumban Tobing (Bendahara), Ismet Kasmuri (Acara), Bari Siregar (Akomodasi), dan lainnya. Penasihat Dr Prista Tarigan MSc (Ketua Karate-Do TAKO Indonesia Pengprov DKI Jakarta) dan Mery Girsang SH MH.

Sumber: Dalihannatolunews.com

Editor: tom.