HETANEWS.COM

20 Ribu Personel Gabungan Kawal Demo 30 September

Mahasiswa melempari batu ke arah aparat kepolisian di Jembatan Layang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 24 September 2019. Bentrokan terjadi saat polisi berusaha membubarkan aksi mahasiswa yang menolak sejumlah Undang-undang yang diusulkan DPR, dan akibat bentrokan tersebut sejumlah mahasiswa diamankan dan mengalami luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit. ANTARA

Jakarta, hetanews.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan ada 20.500 personel gabungan yang ditugaskan untuk mengawal demo 30 September hari ini.Angka itu jauh lebih besar dibandingkan aksi sebelumnya pada 24 September lalu.

Ada 20.500 personel gabungan," kata Argo melalui pesan singkat, Senin, 30 September 2019.

Argo membenarkan bahwa hari ini bakal dilaksanakan unjuk rasa oleh mahasiswa di DPR. Namun, dia belum bisa memastikan jumlah massa aksi yang ikut. "Sementara seribuan," kata dia.

Mahasiswa dari berbagai universitas dan elemen masyarakat berencana menggelar aksi yang bertepatan dengan rapat paripurna terakhir DPR RI masa kerja 2014-2019. Undangan untuk mengikuti aksi bertajuk #ReformasiDikorupsi disampaikan terbuka melalui media sosial.

Pada unjuk rasa 24 September lalu, mahasiswa menuntut pembatalan pengesahan sejumlah Undang-Undang seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, UU Pemasyarakatan dan UU Pertanahan. Mereka juga mendesak Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) guna membatalkan perubahan Undang-Undang KPK yang sudah disahkan Dewan. UU KPK itu dinilai bakal melemahkan lembaga antirasuh.

Saat ini, berkaitan dengan demo 30 September itu, polisi telah mengalihkan arus lalu lintas di sekitar gedung DPR Jalan Gatot Subroto.

Sumber: TEMPO

Editor: tom.