Tapanuli Tengah, hetanews.com - Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Sitardas, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara diduga dicabuli oleh oknum guru mereka.

Kasus dugaan pencabulan itu bahkan membuat siswi trauma dan banyak yang tidak mau sekolah. Terkait kejadian itu, mereka kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Tapanuli Tengah.

Didampingi orang tua mereka masing-masing berserta anggota DPRD Kota Sibolga, sebanyak 20 siswi SD Sitardas langsung menjalani pemeriksaan di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Menurut anggota DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, aksi dugaan pencabulan yang dialami seluruh korban terjadi pada saat proses belajar mengajar di ruang kelas. Mereka merupakan siswa kelas I hingga kelas IV SD.

“Ada sekitar 20 anak SD di Sitardas yang dilecehkan oleh oknum gurunya dengan cara diciumi dan dipegang dadanya, serta diraba alat vitalnya. Itu dilakukan saat proses belajar mengajar,” katanya di Mapolres Tapanuli Tengah.

Menurut Jamil, akibat tindakan oknum guru tersebut beberapa siswi tidak masuk sekolah lantaran takut dan trauma. “Ada beberapa siswi yang tidak mau sekolah lagi karena takut. Kita berharap kasus ini diselesaikan secara hukum pidana,” katanya.

Orang tua korban, Akanrius Zai mengatakan, anaknya menjadi korban pelecehan oleh oknum guru di sekolah.

“Anak-anak kami tak mau lagi sekolah. Kami juga tak ingin lagi anak-anak bersekolah di tempat itu. Kami minta surat pindah, tapi tidak dikasih pihak sekolah. Mereka bilang minta saja sama dinas,” katanya.

Hingga kini, Polres Tapanuli Tengah masih memeriksa terhadap para siswi yang diduga menjadi korban pencabulan oknum guru di sekolah tersebut.

sumber : inews.id