HETANEWS

Tak Digunakan, 6 Pesawat Boeing 737 Max 8 Singapura Dikirim di Gurun Australia

Bandara Alice Springs, Australia (Foto: Facebook)

Australia, hetanews.com - Singapore Airlines, selaku induk dari maskapai SilkAir, akan menitipkan enam unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dikandangkan sejak awal 2019 terkait kecelakaan dua pesawat serupa yakni di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang.

Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat belum bisa memastikan kapan perbaikan terhadap pesawat terlaris itu rampung sehingga bisa digunakan kembali.

Sementara itu Singapura menghadapi masalah ketersediaan lahan untuk menampung pesawat-pesawat Boeing 737 Max 8 sehingga harus mencari tempat lain.

Australia bersedia menampung pesawat Boeing 737 Max 8 SilkAir dan telah memberikan lampu hijau untuk melewati wilayah udaranya.

Juru Bicara Otoritas Keamanan Penerbangan Sipil Australia  (CASA) Peter Gibson mengatakan, berdasarkan rencana penerbangan SilkAir, pesawat pertama akan tiba di Alice Springs, kota gurun pasir, pada Senin (30/9/2019).

Pesawat akan diterbangkan oleh pilot-pilot berpengalaman dari Boeing. Mereka dipastikan tidak akan mengaktifkan fitur Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS), penyebab kecelakaan Boeing 737 Max 8 Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Gibson menambahkan, pilot-pilot itu juga terlatih menghadapi situasi terburuk dan msmpu melakukan recovery terkait masalah pada MCAS.

CASA juga sudah berkoordinasi dengan otoritas penerbangan di Singapura dan Indonesia terkait penggunaan wilayah udara bagi Boeing 737 Max 8 SilkAir. Disebutkan pula pemindahan pesawat ini mengikuti prosedur serupa yang dilakukan di AS, Eropa, dan Kanada, pascakeluarnya keputusan untuk mengandangkan semua armada Boeing 737 Max.

Tak disebutkan berapa biaya sewa lahan yang harus dikeluarkan SilkAir untuk enam armada Boeing 737 Max 8 itu. Tapi merujuk pada kasus serupa di California, AS, biaya sewa lahan per pesawat mencapai 2.000 dolar AS per bulan.

sumber: inews.id

Editor: sella.